Bagaimana Kalau Shalat Jumat Ketinggalan Satu Rakaat? Ini Penjelasannya

BAGI kaum Muslimin laki-laki diwajibkan menunaikan Shalat Jumat, yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Bagaimana bila ada jamaah Shalat Jumat yang terlambat, sehingga ketinggalan satu rakaat?

Dikutip dari okezone.com, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustaz Ainul Yaqin mengatakan, jika seseorang hanya kebagian satu rakaat ketika Shalat Jumat, maka harus disempurnakan dengan menambah satu rakaat lagi.

"Kalau dapat satu rakaat maka sempurnakan dengan menambahkan satu rakaat yang tertinggal. Jika dia mendapatkan imam pada posisi tasyahud/tahiyat (rakaat kedua, red), maka dia wajib menyempurnakan menjadi empat rakaat seperti Shalat Zuhur," katanya saat dihubungi Okezone, Jumat (14/2/2020).

Hal ini juga dijelaskan dalam suatu riwayat hadist, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa mendapati satu rakaat dari salat, maka ia berarti mendapati salat." (HR. Bukhari- Muslim).

Lebih lanjut, kata dia, tentang tertinggalnya rakaat ketika Shalat Jumat juga dijelaskan dalam riwayat hadist lainnya, yaitu: "Apa saja gerakan imam yang kalian dapati, maka ikutilah (shalatlah). Sedangkan yang luput bagi kalian, maka sempurnakanlah." (HR. Bukhari-Muslim).

Namun lebih baik datang lebih awal ke masjid sebelum Shalat Jumat berlangsung, karena ini pun memiliki banyak sekali keutamaan

"Keutamaan datang lebih dahulu ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat bagi Muslim laki-laki adalah Allah akan menghadiahkan memberikan ganjaran seperti berkurban dengan seekor unta," ucap Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustaz Asroni Al Paroya, beberapa waktu lalu.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW berikut: "Siapa saja yang berangkat salat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah diangkat, dan para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa," (HR. al-Bukhari dan Muslim).

[grc]