Berbasis Inklusi Sosial, Perpustakaan Riau Komitmen Bersama Mitra Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pra Sejahtera

PEKANBARU - Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau menggelar Stakeholder Meeting yang bertajuk 'Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial' di Hotel Tjokro, Selasa (3/9/2019). Agenda ini membahas strategi berkelanjutan untuk membangun pola pikir masyarakat pra sejahtera, agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonominya melalui literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau Rahima Erna mengatakan, stakeholder dan mitra kerja berperan sangat penting bagi pengembangan dan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Terutama untuk meningkatkan efektivitas dalam menjangkau sasaran masyarakat tersebut.

"Tanpa kerjasama dan berkomitmen dengan mitra, perpustakaan tidak akan bisa berkembang. Maka itu, kita menggelar agenda pertemuan ini bersama mitra untuk membuat strategi yang pas dan tepat juga berkelanjutan untuk mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bisa membangun perekonomian masyarakat," ujarnya.

"Kita ingin dengan adanya perpustakaan ditingkat kelurahan dan desa, masyarakat dapat membaca dan merubah pola pikir. Dengan perubahan pola pikir ini, dapat meningkatkan budaya kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya, dan ini yang kita sebut berbasis inklusi sosial," imbuhnya.

Rahima menjelaskan, agenda ini merupakan lanjutan dari tahun lalu, dimana ada 3 daerah yang sudah merasakan manfaat dari perpustakaan berbasis inklusi sosial tersebut. Diantaranya Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan.

"Jadi melalui program ini, kita menyesuaikan koleksi bacaan didesa dengan potensi yang ada dimasyarakat. Misalkan, di Kabupaten Siak yang ada potensi pertaniannya, kita perbanyak buku-buku yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas dalam pertanian," jelasnya.

Ia mengatakan, disinilah peran stakeholder atau mitra sangat penting. Diapun berharap, setelah agenda Stakeholder Meeting Provinsi Riau ini, nantinya para mitra memiliki program kerja yang menunjang perpustakaan berbasis inklusi sosial.

"Kita berharap stakeholder akan membawa pulang apa yang kita sampaikan hari ini, dan menjadi program kerjanya. Misalnya Badan Pemberdayaan membantu pengembangan perpustakaan, alokasi dana, pelaporan dan monitoring dari alokasi dana desa untuk inklusi sosial ini, Diskominfo dengan Wi-Fi nya, perguruan tinggi dengan program KKN atau Bank Riau Kepri melalui program CSR nya," paparnya.

Rahima menyebutkan sampai saat ini perpustakaan telah menjalin kerjasama dengan berbagai mitra. Diantaranya Bank Riau Kepri, Telkom, berbagai perguruan tinggi, dan lainnya serta komunitas-komunitas masyarakat.

"Sebenarnya, semua perusahaan ada program kemitraannya, tinggal bagaimana kita bisa melakukan pendekatan dan berkoordinasi agar mereka mau berpartisipasi dan bekerjasama," paparnya.

Sementara itu, Tim Sinergis Transformasi Inklusi Sosial Komunitas Forum Lingkar Pena Muflih Helmi menjelaskan, saat ini masih banyak bahan bacaan yang dibutuhkan dan belum tersedia di desa.

"Kebutuhan bahan desa itu bahan bacaan, dan masih minim bahannya, seperti literatur peningkatan pruduksi. Jadi kita berharap perusahaan bisa mensuport melalui CSR-nya," ucapnya.

[grc]
loading...