Beredar Video Kehidupan Bebas Narapidana di Lapas Nusakambangan

JAKARTA - Sebuah video 36 detik yang menampilkan kehidupan para Narapidana (Napi) yang diduga dibalik Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah beredar di aplikasi pesan tertulis Whatsapp dan media sosial Youtube. Dalam tayangan tersebut, tergambarkan bebasnya para Napi bermain kartu dan handphone disaat menjalani hukuman penjara.

Terkait beredarnya video itu, terlihat bebasnya penggunaan ponsel seluler dibalik jeruji besi. Padalah, handphone dilarang untuk digunakan para napi yang ada di dalam Lapas.

Apalagi Lapas Nusakambangan merupakan salah satu tempat yang ketat dalam melakukan pemeriksaan. Meningat, untuk mengunjungi napi, pengunjung harus melewati sejumlah pemeriksaan yang super ketat oleh petugas pemasyarakatan yang berada di pelabuhan.

Mengenai peredaran video itu, Kalapas Kelas I Batu Nusakambangan Erwedi Supriyatno membantah bahwa kehidupan bebas napi yang tergambarkan di medsos itu bukanlah berasal dari Lapas Nusakambangan.

"Setelah saya cek, saya pastikan bahwa itu bukan Lapas di Nusakambangan. Karena di Nusakambangan ada 7 Lapas dan sudah saya minta konfirmasi bahwa itu bukan di salah satu Lapas yang ada disini. Bentuk kamar dan bangunan tidak ada yang seperti itu di Nusakambangan. Jadi sekali lagi saya pastikan video itu bukan dalam Lapas yang di Nusakambangan," kata Erwedi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Hingga saat ini, salah satu video yang diupload di akun Youtube atas nama profil me terkait kehidupan napi di Nusakambangan sudah ditonton 21 ribu.

Sementara itu, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sri Puguh Utami sebelumnya menyebut bahwa sudah melakukan revitalisasi lapas Nusakambangan yang dilakukan selama delapan bulan belakangan ini.

"Sudah dilaksanakan baru di lapas Nusakambangan, karena revitalisasi membutuhkan sumber daya dukungan yang tidak sedikit," kata Sri.

Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan di lapas Nusakambangan, sudah dilakukan dengan proses pembinaan yang bertahap. Saat ini, pihaknya juga terus melakukan kajian karena butuh instrumen yang benar.

"Karena yang kita tangani adalah manusia yang konsepsinya mereka harus lebih baik dan berubah, lebih produktif," ucap Sri.

Bahkan, Sri menyatakan siap mundur dari jabatannya jika gagal melaksanakan revitalisasi lapas dan rutan. "Kita lihat nanti revitalisasi, kalau tidak berhasil saya mundur," jelas Sri.

(wal)

loading...