Diduga Disambar Petir, Warga Sungai Apit Ditemukan Hangus di Pondok

SIAK SRI INDRAPURA - Seorang nelayan pencari udang, warga Kecamatan Sungai Apit ditemukan sudah tak bernyawa di pondok ladang Tanjung Pelelang Kampung Harapan, Kabupaten Siak, Riau. Pada tubuhnya tidak ditemukan tanda kekerasan fisik. Pria bernama Disrianto (38) diduga tersambar petir karena ada tanda hangus pada baju korban.

Kapolres Siak, AKBP Soddy F Sanjaya melalui Kapolsek Sungai Apit Iptu Yudha Elfiar SH mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh dia orang warga setempat, Jumat (8/11/2019) kemarin dengan posisi terlentang di pondok ladang sekitar pukul 07.00 WIB.

"Saat ditemukan, korban dengan posisi terlentang kaku. Di baju ada tanda hangus robek pada bagian sebelah kanan. Korban juga memakai jaket dan celana jenis jeans pendek. Saat kejadian, cuaca pada malam hari diperkirakan sedang hujan deras disertai petir yang keras," kata Kapolsek kepada wartawan, Sabtu (9/11/2019).

Sebelum dimakamkan, korban dibawa ke Puskesmas untuk pemeriksaan luar mayat. Dari hasil visum bahwa ditemukan luka robek di dahi, dada sebelah kanan, pinggul dan paha sebelah kanan hangus. Ada ponsel di dalam saku celana sebelah kanan bagian depan rusak terbakar yang diduga disambar petir.

“Korban diduga tersambar petir saat sedang mencari ikan. Namun guna memastikan penyebab meninggal korban, korban dibawa ke puskesmas untuk divisum luar. Tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya. Korban dimakamkan keluarga di pemakaman umum Dusun Benio Kampung Harapan,” ungkap Kapolsek.

Menurut pihak keluarga, korban yang bekerja sehari- hari sebagai nelayan pergi mencari udang di perairan Sungai Siak tepatnya di Tanjung Pelelang Dusun Benio Kampung Harapan ini pada Kamis (7/11/2019) pukul 23.00 WIB pulang ke rumahnya mengantar udang hasil tangkapannya.

Pada hari Jumat (8 /11/2019) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, korban kembali melanjutkan mencari udang. Pada pukul 07.00 WIB pagi, warga yang akan berladang menemukan Disrianto yang tergeletak dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

[grc]
loading...