Disdagperin Bengkalis Imbau Masyarakat Golongan Mampu dan ASN Tak Gunakan Elpiji 3 Kg

BENGKALIS –-Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis kembali mengimbau kepada masyarakat golongan mampu dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis tidak menggunakan tabung gas bersubsidi 3 kilogram atau tabung gas melon yang dikhususkan untuk masyarakat miskin.

Selain kepada masyarakat golongan mampu dan ASN, imbauan yang sama juga disampaikan ke pengusaha-pengusaha di daerah ini yang memiliki omset dan penghasilan tinggi. Imbauan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bengkalis tentang pemakaian LPG tabung 3 kg dan untuk ASN tabung gas 5,5 Kg,

Demikian disampaikan Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis, H. Raja Arlingga, Rabu (30/10/2019). Tidak hanya itu seluruh agen dan pangkalan yang beroperasi juga diminta untuk tidak menjual kepada ASN ataupun kepada rumah tangga yang mampu.

"Karena penggunaan yang tidak tepat sasaran, memicu peredaran gas 3 kilogram terjadi kelangkaan dan sulit di dapat oleh masyarakat yang sepatutnya berhak menggunakannya," ungkapnya.

Sementara itu, mengantisipasi dampak kelangkaan lebih meluas, Disdagperin juga sudah menyampaikan secara resmi kepada Pertamina, jika kelangkaan yang terjadi sudah sangat meresahkan masyarakat, agar segera melakukan operasi pasar.

"Kami juga berharap kepada Pertamina jika terjadi kelangkaan gas agar melakukan operasi pasar," katanya lagi.

Ditambahkan Raja, kuota untuk wilayah Kabupaten Bengkalis sampai saat ini masih didistribusikan seperti biasa tidak ada pengurangan dari Pertamina. "Kuota tidak ada pengurangan, tetapi kemungkinan penggunanya yang semakin bertambah, kita juga minta kepada semua pihak mulai dari RT RW dan kepala desa turut mengawasi pemakaian gas 3 kg," imbuhnya.

Terkait usulan pelaksanaan operasi pasar dari pihak Pertamina, Aditya saat di hubungi Kadis menyatakan akan melakukan operasi pasar dalam satu atau dua hari ke depan. "Ya seperti pernyataan dari pihak Pertamina mereka akan turun dalam 1 atau 2 hari ini, dan akan melakukan pemantauan juga dititik titik sering terjadi kelangkaan," ucap Raja.

Kuota elpiji isi ulang gas 3 kilogram di Kabupaten Bengkalis sejak tahun 2017 lalu mencapai 14.071 metrik ton (MT) untuk kebutuhan sebanyak 4.690.333 tabung. Dan hingga 2019 belum ada pengurangan malahan dapat penambahan, sedangkan menghadapi hari-hari besar keagamaan atau lebaran jumlah melebihi kuota.

Jumlah sejak 2017 ini memang terjadi peningkatan dari jumlah kuota tahun 2016 lalu hanya sebanyak 4,2 juta lebih tabung yang digunakan oleh masyarakat di daerah ini, naik lebih kurang 490 ribu (naik sebesar 11 persen).

Dengan estimasi kebutuhan elpiji 3 Kg mulai sejak 2017 lalu sektor usaha mikro 3.827 pengguna sebanyak 459.240 tabung setahun, selanjutnya estimasi kebutuhan elpiji 3 Kg sektor rumah tanggasebanyak 4.243.140 tabung dari 117.865 kepala keluarga (KK) setahun.

Jumlah kuota berdasarkan data di disdagperin Bengkalis 2019 sebanyak 14.287 tabung, realisasi sampai dengan Juli 2019, 8.168 tabung atau verkisar 57.17% dan Sisa sampai dengan Juli 2019 mencapai 6.119 tabung.

[grc]
loading...