Kabut Asap Tebal, Peserta Upacara HUT ke-62 Provinsi Riau di Siak Kenakan Masker

SIAK SRI INDRAPURA - Meski kabut asap cukup pekat menyelimuti udara di Kabupaten Siak, pelaksanaan upacara mmeperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62 Provinsi Riau tetap berlangsung khidmat dan lancar di halaman kantor Bupati Siak, Riau, Jumat (9/8/2019) pagi.

Terlihat peserta upacara yang mayoritas mengenakan pakaian melayu dan lelakinya lengkap dengan kain songket, terpaksa menggunakan masker selama apel berlangsung. Hal ini dilakukan, agar partikel-partikel kabut yang berterbangan di udara tidak terhirup langsung.

Berdasarkan catatan ISPU, Jumat (9/8/2019) pukul 07.00 WIB, untuk kualitas udara di wilayah Bangko Yellow PSI 115, Dumai Red PSI 286, Duri (Bengkalis) Red PSI 213, Libo Green PSI 87, Minas (Siak) Red PSI 217, Petapahan Green PSI 62, Rumbai (Pekanbaru) Red PSI 288.

Bupati Siak, Drs H Alfedri selaku inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi sempena HUT ke 62 Provinsi Riau. Doa juga dihantarkan untuk para pejuang Provinsi Riau. 

Dalam sambutan Gubri yang dibacakan Bupati, bahwa Provinsi Riau, merupakan daerah potensial dan telah banyak memberikan konstribusi dalam mendorong keberhasilan  pembangunan nasional. 

Selain migas, Kebudayaan Melayu sendiri juga menjadi pilar penopang kebudayaan nasional  Indonesia, bahkan kebudayaan dunia. Sumbangan terbesar dan terpenting kebudayaan Melayu kepada kebudayaan nusantara ini adalah bahasa Melayu yang menjadi bahasa persatuan Bahasa  Indonesia. 

Sumbangan lain kebudayaan Melayu adalah, InsyaAllah, akan disidangtetapkannya Pantun sebagai warisan dunia di UNESCO. Bahkan dua warisan lain yang sedang diupayakan  dalam tentative list Warisan Dunia UNESCO adalah Istana Siak Sri Inderapura dan Candi Muara Takus.

Begitu pun dengan warisan budaya tak benda seperti Tari Zapin dan lain sebagainya, dalam konvensi Zapin tahun 2017 lalu, salah satu resolusinya adalah menjadikan Provinsi Riau sebagai Pusat Pelestarian dan Pengembangan Melayu Dunia. 

Ini sebagian saja dari warisan budaya tak benda yang dimiliki Provinsi Riau yang menapak di empat sungai besar yakni, Sungai  Kampar (dulu bernama Laut Ombun), Sungai Siak (dulu bernama Sungai Jantan), Sungai Rokan (dulu bernama Sungai Keremunting), dan Sungai Indragiri-Kuantan (dulu bernama  Sungai Kowuoh). 

"Bahkan, Insya Allah pada hari ini tanggal 9  Agustus 2019, bertepatan Milad ke 62 tahun Provinsi Riau, kami Gubernur Riau, menandatangani Surat Keputusan Penetapan  Kurikulum Muatan Lokal Budaya Melayu Riau untuk tingkat SMA/SMK/sederajat," kata Bupati dalam bacaannya. 

Berbagai rentetan prestasi yang telah diraih Provinsi Riau serta visi misi serta program kerja Provinsi Riau juga disampaikan dengan sangat detail dalam upacara tersebut. 

[grc]
loading...