Karet yang Tumbuh di Zaman Sultan Siak akan Direplanting

Internet

SELATPANJANG - Karet yang tumbuh di zaman kesultanan Siak akan di replanting atau diganti dengan karet yang baru. Replanting itu dilakukan tahun ini, mengingat hasil produksi karet yang hidup sudah puluhan atau bahkan ratusan tahun itu sudah jauh menurun.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura Kepulauan Meranti, Tengku Efendi, saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, Jumat (15/3/2019).

"Kita sudah melakukan survei ke lapangan, dan setelah kita lihat memang karet yang ada saat ini merupakan karet zaman dulu, selain pohonnya yang sudah tua dan tidak layak produksi patinya pun sudah sangat jauh berkurang," ujarnya.

Untuk itu, kata Efendi pihaknya akan segera melakukan replanting agar produksi karet di Kabupaten termuda di Privinsi Riau itu bisa meningkat.

"Apalagi sebagian besar masyarakat kita mata pencarian bersumber dari karet. Untuk itu kita akan mengupayakan bagaimana perekonomian masyarakat bisa meningkat," katanya.

Efendi juga menuturkan, untuk melakukan replanting itu sangat dibutuhkan kerjasama dan partisipasi dari masyarakat sehingga program tersebut bisa dilaksanakan dengan baik, karena ada sekitar 200 hektar lahan yang akan dilakukan replanting tersebut.

"Replanting ini kita fokuskan di Pulau Merbau, karena disitu kita lihat pohon karetnya banyak yang sudah tua dan tidak layak produksi lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim minta kepada OPD terkait dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat hendaknya benar-benar diperhatikan.

"OPD harus memperhatikan bagaimana peningkatan masyarakat itu bisa sejahtera, selain sumberdaya manusia, pemberdayaan ekonomi juga sangat penting, dan ini yang harus diperhatikan," ingat Said.

Diakui Said Hasyim, di Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu pemberdayaan ekonomi masih belum maksimal atau berjalan dengan baik.

"Karet yang ada sekarang hampir 50 persen karet tumbuh zaman Sultan Siak. Dinas terkait harus turun ke lapangan dan mengkaji apa yang harus di programkan sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya.

[grc]
loading...