KLA Pekanbaru Masih Ditingkat Madya, Mahyuddin: Kita Kejar Predikat Nindya

Rapat koordinasi gugus tugas kota layak anak

PEKANBARU - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Pekanbaru masih berupaya untuk mengejar Kota Layak Anak (KLA) predikat Nindya. Namun, setidaknya ada 7 klasterisasi yang wajib dipenuhi untuk mewujudkan hal itu.

"Ada 7 klaster yang harus kita penuhi untuk sampai ketingkat Nindya, yaitu klaster kelembagaan, klaster hak dan kebebasan anak, klaster lingkungan keluarga, master pendidikan dan pemanfaatan waktu luang, klaster perlindungan khusus, klaster kesehatan dasar dan terkahir klaster kecamatan dan kelurahan," ujar Kepala DP3A Mahyuddin, Selasa, (26/3/2019).

Sayangnya, poin Kota Pekanbaru untuk klaster kelima, yaitu perlindungan khusus masih minim. Salah satunya Pekanbaru masih harus meningkatkan upaya pendampingan psikolog pada anak jalanan.

"Untuk itu kita akan tingkatkan pendampingan anak jalanan. Kalau anak ini murni anak jalanan akan kita cari solusi untuk membina, kalau masih ada orang tuanya, maka kita lakukan pendekatan melalui orang tua," jelas Mahyuddin.

Akan tetapi, Mahyuddin tetap optimis untuk meraih KLA Nindya berkat tambahan 30 poin telah diraih untuk Ranperda KLA yang akan segera disahkan. Seperti diketahui, Ranperda ini sudah memasuki tahap pembahasan dan diharapkan dapat segera disahkan oleh DPRD Kota Pekanbaru.

"Karena Perda Layak Anak segera diketok palu, kita dapat tambahan raihan 30 poin. Intinya kita bekerja saja," ungkapnya.

Sementara itu, Kota Pekanbaru saat ini diketahui meraih predikat Madya pada tahun 2018 lalu. Kota Pekanbaru berada di posisi keempat di Provinsi Riau dengan bobot nilai 168,25 poin.

[grc]
loading...