Kuansing Mulai Fokus Kembangkan Batik Jalur

Sekda Dianto Mampanini didampingi Kepala Diskopindag UKM Azhar saat membuka pelatihan membatik 3in1.

TELUKKUANTAN - Keberadaan batik jalur sudah mengena di hati masyarakat. Khususnya masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), Riau yang bangga ketika mengenakan pakaian bermotif batik jalur tersebut.

Namun, secara kuantitas berbanding terbalik dengan permintaan masyarakat. Melihat peluang itu, Pemerintah Kabupaten Kuansing mulai serius mengembangkan batik jalur.

Pengembangan batik jalur dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Yakni, melalui kegiatan pelatihan membantik 3in1 yang sedang dilaksanakan di Gunungtoar.

Menurut Azhar, Kepala Diskopindag UKM Kuansing, pelatihan membantik terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Kuansing dan Balai Diklat Industri Padang.

"Ini langkah awal dan bentuk nyata komitmen Pemkab Kuansing dalam mengembangkan batik jalur," ujar Azhar, Senin (18/3/2019) di Telukkuantan.

Pelatihan ini diikuti 70 orang dari 14 desa di Kecamatan Gunungtoar. Targetnya, para peserta akan mendapat pengetahuan tentang membantik.

Senada dengan itu, Sekda Kuansing Dianto Mampanini menyatakan Gunungtoar akan menjadi sentra batik Kuansing. Menurutnya, batik merupakan salah satu ekspresi budaya yang memiliki makna atau simbol dan nilai estetika yang tinggi bagi masyarakat Indonesia.

"Membatik ini juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif. Agar mampu bersaing, para pengrajin batik harus mendapat pengetahuan dan wawasan tentang batik," pungkas Dianto.

[grc]
loading...