Lantik Pengurus KEMARI Chevron 2019-2022, Gubri: Putra Putri Melayu Jadi Ujung Tombak di Negeri Ini

PEKANBARU - Riau memiliki aset sumber daya manusia (sdm) yang berharga, yaitu Keluarga Melayu Riau (KEMARI) Chevron yang terdiri dari putra dan putri Melayu yang memiliki kemampuan, kepadaian dan pengalaman dalam pengoperasian Blok Rokan. Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi melantik Pengurus KEMARI Chevron masa bhakti 2019-2022, Sabtu (20/7/2019).

Syamsuar dalam sambutannya mengatakan, dengan terbentuknya kepengurusan KEMARI Chevron, diharapkan dapat menjadi ujung tombak di negeri Bumi Lancang Kuning ini.

"Pengurus KEMARI pun harus bisa melakukan komunikasi yang baik. Bukan hanya baik ke atas, tapi juga harus bijak ke bawah. Dengab komunikasi dan silahturahmi, bisa menjaga keharmonisan," ujar Syamsuar.

Begitu juga dengan pajak untuk perusahaan yang beroperasi di Riau, diharapkan membuat NPWP cabang di daerah operasional. Sehingga perusahaan yang ada di Riau memiliki tanggungjawab untuk memajukan daerah.

"Melalui pajak ini menjadi strategi kita dalam memajukan Provinsi Riau. Karena, jangan hanya bisa mengeruk hasilnya saja di Riau, tapi kita di daerah tidak menikmati pajaknya. Hal ini sudah aaya diskusikan ke Kementerian Keuangan," ungkap Syamsuar kepada GoRiau.com.

Ketua KEMARI Chevron 2019-2022, Trimandiaz mengatakan, bahwa KEMARI merupakan organisasi sosial profesional yang didirikan oleh anak-anak melayu yang bekerja di PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada masa reformasi tahun 1998.

Gagasan pendirian KEMARI adalah memperjuangkan nasib anak melayu dan tempatan yang berada di Provinsi Riau. Dengan dasar itu lah KEMARI turut membantu perjuangan pemanfaatan Blok Rokan yang lebih besar bagi masyarakat Riau ketika pengembalian blok kepada pemerintah dari kontraktor.

"Kami, anak melayu berterimakasih kepada PT CPI yang lebih dari 90 tahun berkontribusi bagi bangsa dan peningkatan sumber daya manusia. Dengan itikad yang baik inilah KEMARI sempat menjadi mitra bagi PT CPI untuk mendistribusikan dana CSR kepada masyarakat Riau dengan lebih optimal, walaupun pada akhirnya kemitraan itu terputus," kata Trimandiaz.

Masih dikatakan Trimandiaz, KEMARI juga membantu anak melayu dan tempatan untuk bekerja di lingkungan migas. Baik itu, informasi maupun memberikan edukasi. Setelah melalui perjalanan cukup panjang cukup banyak anak melayu dan tempatan yang bekerja di lingkungan migas terutama di PT CPI yang terserbar diseluruh bidang dengan keahlian masing-masing yang tak kalah dengan anak-anak yang tumbuh di daerah lain.

"KEMARI memiliki gagasan-gagasan bagaimana Blok Rokan dapat meningkatkan kehidupan dan pendidikan masyarakat Riau, hingga meningkatkan pendapatan daerah," ungkap Trimandiaz.

Menurut Trimandiaz, saatnya anak melayu lebih bangkit pada momen peralihan Blok Rokan di 2021, bukan melawan tapi lebih kuat berjuang agar Blok Rokan lebih bermanfaat untuk daerah Riau.

"Karena Riau adalah tempat dimana kita hidup. Mari kita bersama berjuang membangun Riau, serta manaikkan marwah Melayu," ujar Trimandiaz.

[grc]
loading...