Mahasiswa Kukerta UR Tanam Seribu Bibit Cabai untuk Warga Lubuk Sakat Kampar

BANGKINANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau di Desa Lubuk Sakat, Kecamatan Perhentian Raja menanam seribu bibit cabai. Penanamannya dilakukannya di masing-masing lahan warga Lubuk Sakat.

Salah seorang Mahasiswi Shavira Meidiana Putri, kepada GoRiau.com Kamis (29/8/2019), menyebutkan ini merupakan salah satu program utama dari pelaksanaan pengabdian terhadap masyarakat oleh mahasiswa Kukerta UR di Lubuk Sakat.

"Penanaman cabai di lahan warga ini merupakan salah satu upaya dalam memanfaatkan potensi desa yang berupa lahan kosong menjadi lahan tanaman cabai. Yang nantinya insyaallah bernilai ekonomis," sebutnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari rumusan program kukerta yang telah dirancang oleh tim pengabdian masyarakat UR, Ruhul Fitrios, SE.M.Si dan Ir Armaini M.Si selaku dosen pembimbing lapangan mereka. Yang bekerja sama dengan BKKBN.

"Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melakukan sosialisasi, pembukaan lahan, pembuatan rumah bibit, pemupukan, pengapuran tanah, penyemaian bibit, perawatan bibit hingga sampai dengan buah siap dipanen dan dipasarkan," ujar Shavira.

Sementara itu Camat Perhentian Raja, Amiruddin mengaku kegiatan yang dibuat mahasiswa Kukerta UR ini disambut baik dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat maupun dari Pemerintah Desa Lubuk Sakat.

"Alhamdulillah diikuti warga dengan sangat antusias. Warga terdorong untuk berkompetisi dan bekerjasama untuk menghasilkan hasil yang terbaik. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan apresiasi dari perangkat desa.

"Kegiatan ini sangat bagus untuk dijalankan. Bahkan saya sendiri sudah punya 50 tanaman cabai di depan rumah," kata Amiruddin.

Camat ini juga mengatakan, bahwa sebagian besar tanaman sudah tampak tumbuh dengan baik dan beberapa sudah menunjukkan hasilnya. Bahkan sudah 2 kali panen.

"Oleh karena itu, kegiatan ini secara langsung juga mendorong adanya perubahan perilaku atau budaya sekitar masyarakat di Desa Lubuk Sakat untuk lebih produktif dalam memanfaatkan lahan yang kosong," ungkapnya.

[grc]
loading...