Penculik Bocah SD di Siak Minta Tebusan Rp100 Juta

PEKANBARU - Polisi berhasil menangkap pelaku penculikan berinisial DN ( 37), korbannya adalah bocah Sekolah Dasar berusia 8 tahun di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, Riau. Sebelumnya korban berhasil meloloskan diri dari ikatan dan sekapan, pelaku meminta tebusan uang Rp 100 juta kepada orang tua korban, Jaenal.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David mengatakan, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini nekat menculik korban karena tidak diberi pekerjaan oleh orang tua korban.

"Pelaku meminta uang tebusan Rp 100 juta lewat SMS, dan mengancam orang tua korban agar tidak melapor ke polisi," ujar David, Kamis (28/3/2019).

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/3) sekitar pukul 23.17 Wib. Tiba-tiba ibu korban menerima pesan singkat di ponselnya. Isi pesan itu bernada pengancaman, agar jangan melapor polisi dan ibu korban diminta sediakan uang dan dibawa ke Danau Cincin sendirian.

"Pelaku juga mengirim SMS melarang orangtua korban, jangan ada yang ngawal karena anaknya sedang bersama pelaku. SMS kedua yang masuk ke handphone ibu korban bunyinya Rp 100 juta," kata David.

Kemudian orang tua korban melaporkan apa yang dialaminya ke Unit Reskrim Polsek Bungaraya. Lalu anggota Polsek berkordinasi dengan Polres Siak untuk menyusun strategi penangkapan terhadap pelaku.‎

"Kita dapat informasi, korban dilarikan ke arah ke Sungai Mandau. Namun akhirnya, korban pada pukul 01.30 Wib berhasil melepaskan ikatan tali di tangannya lalu kabur saat pelaku ke kamar mandi," kata David.

Setelah keluar dari tempat penculikan itu, korban meminta perlindungan kepada warga setempat. Salah satu warga membawa korban ke rumah‎nya, dan pagi harinya barulah korban dipulangkan ke rumahnya.

"Pelaku berusaha kabur ke arah Perawang. Namun dari ciri-ciri yang diperoleh polisi akhirnya DN diamankan pada pukul 10.00 Wib, di Jalan Sungai Naga, Desa Pinang Sebatang Barat," jelas David.

Saat diinterogasi polisi, pelaku mengakui perbuatannya menculik anak tersebut. Motifnya, pelaku mengaku dendam dengan orangtua korban karena tidak diberikan pekerjaan. (gs1)

[grc]
loading...