Polisi Australia Gerebek Kantor Pusat Stasiun Penyiaran ABC

SYDNEY – Kepolisian Australia menggerebek kantor pusat media Australia Broadcasting Corp. (ABC) dalam pencarian hari kedua yang menyasar beberapa jurnalis.

Petugas tiba di stasiun penyiaran publik itu dengan surat perintah penggeledahan yang menyebut nama dua wartawan dan seorang direktur berita. ABC telah memprotes serangan itu.

Tindakan polisi terkait dengan artikel tentang dugaan pelanggaran oleh pasukan Australia di Afghanistan.

Pada Selasa, polisi telah melakukan penggerebekan di rumah seorang jurnalis ABC, menimbulkan kewaspadaan. Serikat jurnalis terkemuka mengatakan bahwa kedua penggerebekan tersebut menunjukkan sebuah "pola serangan yang mengganggu kebebasan pers Australia".

Menurut ABC, penggerebekan pada Rabu berkaitan dengan seri investigasi tahun 2017 yang dikenal sebagai "The Afghan Files" yang "mengungkapkan tuduhan pembunuhan dan pelanggaran hukum oleh pasukan khusus Australia di Afghanistan".

Stasiun penyiaran itu mengatakan bahwa seri tersebut "didasarkan pada ratusan halaman dokumen pertahanan rahasia bocor ke ABC".

Polisi Federal Australia mengatakan surat perintah itu berkaitan dengan "tuduhan penerbitan materi rahasia" dan surat itu "berkaitan dengan rujukan yang diterima pada 11 Juli 2017 dari Kepala Angkatan Pertahanan dan Sekretaris Penjabat untuk Pertahanan".

"The Afghan File" diterbitkan oleh ABC pada 10 Juli 2017.

Polisi mengatakan penggerebekan pada Selasa dan Rabu tidak terhubung, menambahkan: "Namun keduanya berhubungan dengan tuduhan terpisah menerbitkan materi rahasia, bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang Kejahatan 1914, yang merupakan masalah yang sangat serius yang berpotensi merusak keamanan nasional Australia. "

Kepolisian membela tindakannya, mengatakan mereka "independen dan tidak memihak setiap saat".

Wartawan ABC John Lyons telah men-tweet secara langsung penggerebekan itu sejak polisi tiba pada Rabu pagi. Dia mengatakan bahwa polisi sedang memeriksa 9.214 dokumen yang ditemukan di sistem ABC satu-per-satu, termasuk "ribuan email internal ABC".

Dalam sebuah pernyataan Direktur Pelaksana ABC David Anderson mengatakan penggerebekan polisi "menimbulkan kekhawatiran yang sah atas kebebasan pers".

"ABC mendukung para jurnalisnya, akan melindungi sumber-sumbernya dan terus melaporkan tanpa rasa takut atau mendukung masalah keamanan dan intelijen nasional ketika ada kepentingan publik yang jelas," kata Anderson.

Direktur ABC News, Gaven Morris, membela dua jurnalis yang disebutkan namanya dalam surat perintah penggeledahan tersebut.

"Sebagai catatan, @DanielMOakes dan @sclark_melbs adalah dua jurnalis terbaik @abcnews," tweetnya.

"Jujur dan berkomitmen untuk mengatakan yang sebenarnya demi kepentingan publik Australia. Sama seperti @annikasmethurst. Aku bangga dengan pekerjaan sulit yang mereka semua lakukan."

(dka)

loading...