Program Bantuan Bibit Sawit dan Serai Wangi Semata-mata untuk Mensejahterakan Masyarakat Kuansing

TELUKKUANTAN - Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H. Halim berkeinginan kuat untuk mensejahterakan masyarakat Kuansing. Sebagai pemerintah, dirinya menggagas 1,5 juta bibit sawit selama lima tahun untuk masyarakat.

Dalam perjalanannya, program tersebut tidak berjalan mulus. Baru sekali pemerintah Mursini - Halim menyalurkan bantuan bibit sawit ke masyarakat.

Menurut Halim, tidak berjalannya program tersebut karena dinas terkait tidak sepenuh hati melaksanakannya. "Tahuj 2017 itu, separoh bibit liar yang disediakan kontraktor untuk dibagikan ke masyarakat."

"Saya sudah sortir mana bibit yang bagus dan mana yang tidak. Ternyata, yang tidak bagus ini dimasukkan juga," ujar Halim.

Melihat bibit yang tidak bagus, Halim mengaku kecewa. Menurutnya, dari pada masyarakat menanam bibit jelek, lebih bagus tidak ada bantuan.

"Saya sangat ingin masyarakat mendapatkan bantuan bibit yang bagus. Sehingga, panennya juga bagus," ujar Halim.

Program lain yang digagas Halim untuk peningkatan perekonomian masyarakat adalah menanam ubi untuk tapioka. Dirinya bersama dinas terkait telah menjajaki sampai ke pabrik pengolahan ubi tersebut.

"Kita pelajari dulu, bagaimana prosfeknya. Dulu kita berharap PT RAPP menampung ubi petani Kuansing. Setelah kita jajaki kerjasamanya, ternyata mereka tak mau membeli dengan harga di atas Rp1000 per Kg-nya," ujar Halim.

Jika ubi dibeli dengan harga di bawah Rp1000 per Kg, maka petani Kuansing tidak akan untung. "Karena itu, program menanam ubi tidak jadi dilaksanakan," katanya.

Karena programnya tak bisa berjalan maksimal, Halim pun berinisiatif untuk melaksanakan program peningkatan ekonomi masyarakat secara pribadi.

Maka, muncullah ide untuk budidaya serai wangi. Dikatakan Halim, proram serai wangi bukanlah program pemerintah, melainkan dirinya sendiri.

"Saya pelajari, saya cari bibitnya, saya tanam di kebun sendiri. Nah, nantinya bibit yang akan saya salurkan ke masyarakat itu bibit pribadi," ujar Halim.

"Jadi, serai wangi ini tidak ada urusannya dengan pemerintah, tidak ada kaitannya dengan dinas. Ini murni program pribadi untuk mensejahterakan masyarakat Kuansing," tambah Halim menegaskan.

[grc]
loading...