Rigid Beton Retak, Tim Labor UIR Tinjau Pekerjaan Jalan Gajahmada Duri dan Cek Mutu Bahan

DURI - Pengerjaan jalan Gajahmada Duri, Bengkalis, Riau yang menelan APBD Bengkalis 2019 senilai Rp 46 miliar ini sempat menjadi sorotan publik. Terlihat keretakan pada beton yang sudah mengeras tersebut. Untuk memastikan kualitas mutu pekerjaan, Tim Labor Universitas Islam Riau (UIR)yang bekerjasama dengan Pemkab Bengkalis turun melakukan pengecekan.

Ketua Tim Labor UIR, Prof Dr Ir Sugeng Wiyono saat dijumpai GoRiau.com di lapangan meminta PT Rajasa Karya yang tengah mengerjakan peningkatan jalan Gajahmada dari KM 4,5 sampai KM 12 ini menggunakan mutu yang sesuai dengan desain labor.

"Bupati Bengkalis Amril Mukminin inginnya tidak ada pekerjaan infrastruktur yang asal-asalan. Untuk itu, sudah dibentuk tim audit teknis untuk memantau pekerjaan di lapangan. Makanya ketika ada laporan masyarakat terkait pekerjaan yang sedang berlangsung, tim akan turun melakukan audit," kata Sugeng kepada GoRiau.com, Minggu (1/9/2019).

Mengenai keretakan beton yang terjadi, sangat disayangkan oleh Sugeng. Sebab mutu pekerjaan jalan Gajah Mada sudah masuk dalam kategori K 450. Dan kualitas dan mutu rigid beton ini sudah setara dengan jalan tingkat Provinsi bahkan masuk dalam kategori Nasional.

"Anggaran yang besar untuk pengerjaan jalan ini sesuai dengan kualitas mutu jalan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga pekerjaannya harus diawasi dengan benar oleh konsultan. Kualitas Jalan Gajah Mada ini akan mampu menampung daya tekan tonase kendaraan melebihi dari 35 Ton," katanya lagi.

Mengenai keretakan rigid beton dalam masa pengerjaan ini, kata Sugeng dikarenakan pihak rekanan terlambat melakukan cutting atau pemotongan pada rigid beton tersebut. Seharusnya pemotongan itu dilakukan paling lama sekitar 10 jam setelah pengerjaan.

"Jika sudah retak begini, solusi yang dilakukan adalah melakukan Injeksi SIKA yang mana merupakan alat dari Amerika. Injeksi SIKA ini dapat dilakukan pada keretakan maksimal 3 Milimiter," terangnya.

Menurut Sugeng, jika mutu beton sudah sesuai, maka setelah dilakukan injeksi SIKA, keretakan itu mendapatkan hasil yang maksimal. " Jika mutu bahan tidak sesuai maka mau tidak mau harus dilakukan pembongkaran,"tegasnya.

Masih menurut Sugeng, selain keterlambatan pemotongan, rigit beton ini mengalami keretakan akibat adanya getaran kendaraan yang melintas saat pengerjaan. "Ada kontribusi getaran kendaraan yang melintas saat 10 jam pertama sebelum cutting dilakukan, dan itu juga bisa jadi penyebabnya," tambahnya.

[grc]
loading...