Serindit Boat Race, Wisata Air Pertama Siak yang Digagas Gubernur Riau Syamsuar

SIAK SRI INDRAPURA - Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi adalah tokoh utama dibalik cerita terselenggaranya iven Siak Internasional Serindit Boat Race (SISBR) hingga yang ketiga ini. Saat menjadi Bupati Siak dahulu, ia menginginkan ada suatu iven wisata air di perairan Sungai Siak.

"Alhamdulillah, sejak pak Syamsuar dulu menjabat Bupati Siak, Pemkab Siak tetap konsisten menyelenggarakan SISBR ini," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Siak, Hendrisan saat menceritakan awal mula dibuatnya iven Siak Internasional Serindit Boat Race ini, Selasa (5/11/2019) di ruang kerjanya.

Kata Hendrisan, nama Sungai Siak sangat populer di Indoensia hingga mancenegara. Kabupaten Siak yang terletak sekitar 130 kilometer dari Pekanbaru memang memiliki sejarah panjang dan potensi sumber daya alam yang melimpah.

"Jadi saat itu pak Gubernur (Syamsuar) ingin ada iven besar skala internasional yang juga bisa dilakukan di perairan sungai Siak. Makanya dibuatlah iven lomba pacu sampan yang kemudian diberi nama Siak Internasional Serindit Boat Race (SISBR) ini," kata Hendrisan kepada GoRiau.com.

Iven ini mirip dengan kejuaraan pacu sampan naga (Dragon Boat) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Namun dalam hal ini, lanjut Hendrisan, Siak mengusung tema Serindit Boat. Karena Serindit adalah jenis burung khas Riau dan juga ada di Siak.

"Peninggalan bersejarah masih tersimpan rapi di Istana Siak, yang dijuluki Istana Matahari Timur. Sedangkan sungai siak merupakan urat nadi perekonomian dan lintas perdagangan, sehingga Pemkab Siak tetap konsisten menggelar iven Siak Internasional Serindit Boat Race ini sebagai wisata air yang akan menyedot perhatian banyak wisatawan datang ke Siak," tuturnya.

Dalam rapat persiapan yang berlangsung di kantor Bupati, Selasa (5/11/2019), Hendrisan juga menyampaikan kepada seluruh panitia terkait agar selama iven berlangsung, jalur transportasi di perairan Sungai Siak tidak terganggu dan kegiatan tetap bisa berlangsung dengan aman.

"Tentunya kapal yang akan melintas diatur waktunya oleh pihak pelabuhan. Yang jelas kita tidak menghalangi kapal-kapal untuk melintasi Sungai Siak, tetapi khusus pada saat iven berlangsung, kapal yang melintas tidak akan mempengaruhi arus gelombang sungai Siak," sebutnya.

[grc]
loading...