Sidak Biro Pembangunan dan Kumpulkan Pokja Pengadaan, Wagubri Edy Nasution: Jangan Bermain Dalam Bertugas

PEKANBARU - Hari terakhir Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Riau masuk kerja di bulan Ramadan 1440 Hijriah, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Nasution melakukan sidak di Biro Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Jumat (31/5/2019).

Selain melakukan sidak, Edy Nasution juga mengumpulkan seluruh anggota Pokja Pengadaan Barang dan Jasa di Ruang Rapat ULP lantai 6 Gedung Menara Lancang Kuning. Edy Nasution melakukan hal ini sebagai tuas pengawasan yang diamanahkan Gubernur Riau Drs Syamsuar MSi kepada dirinya yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Riau nomor: Kpts.642/III/2019 tgl 11Maret 2019 tentang pendelegasian sebagian tugas Gubernur Riau kepada Wakil Gubernur diantaranya di bidang pengawasan.

Arahan yang diberikan Edy Nasution dihadiri Kabagmin Pengadaan Barang dan Jasa, Zulkifli SKep MH, Kasubbag Unit Layanan Pengadaan M Hamdani SE, Kasubbag LPSE Mair RE dan seluruh anggota Pokja Pengadaan.

Edy Nasution mengingatkan kepada seluruh pegawai yang tergabung dalam Pokja Pengadaan di Unit Lelang dan Pengadaan (ULP), agar tidak bermain-main dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa dan mengikuti semua mekanisme, serta prosedur yang berlaku sesuai aturan yang telah ditentukan.

"Hal ini saya ingatkan, karena saya banyak mendapat masukan dan laporan dari berbagai pihak, terkait adanya permainan untuk memenangkan pihak tertentu dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Propinsi Riau," kata Edy Nasution kepada GoRiau.com.

Edy Nasution mengingatkan, bahwa dalam rangka transparansi dan untuk menghindari adanya permainan kotor dalam setiap pengadaan, dirinya akan melibatkan inspektorat selaku APIP untuk ikut secara aktif melakukukan pengawasan disetiap langkah pengadaan. Mulai dari tahap perencanaan umum pengadaan, sampai kepada tahap penunjukan pemenang.

"Bahkan kalau diperlukan saya juga akan meminta pihak BPKP untuk ikut mengawasi. Namun pada tahap awal saya akan sepenuhnya memberdayakan inspektorat sebagai APIP," ujar Edy Nasution.

Tidak hanya itu, Edy Nasution juga akan meminta beberapa dokumen lelang dan dokumen kontrak yang diambil secara acak. Nantinya, dokumen itu untuk dicek secara langsung berdasarkan pengalaman dirinya yang pernah bertugas selama 14 tahun baik dilingkungan Inspektorat TNI, maupun inspektorat TNI AD.

menjelang akhir arahannya, ketika diberi kesempatan bertanya oleh Edy Nasution, ataupun kalau ada yang akan menyampaikan saran dan masukan, salah satu dari anggota pokja menyampaikan saran sekaligus berharap adanya perlindungan dari Wagubri Edy Nasution selaku pimpinan terhadap intervensi dari pihak manapun.

Menjawab pertanyaan tersebut, Edy Naaution menganalogikan sebuah cerita, "itu pasti, tidak boleh dalam satu keluarga, dimana ada ayah dan ibunya. Namun, ketika anaknya ada yang menakut-nakuti, dia lebih mencari perlindungan kepada orang luar daripada kepada ayah dan ibunya sendiri. Saya tentunya akan selalu melindungi kalian," ungkap Edy Nasution.

[grc]
loading...