Soroti Kebersihan Pasar Modern Selatpanjang, DPRD Minta Pihak Terkait Bersinergi

SELATPANJANG - Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti menyoroti kebersihan Pasar Modern Selatpanjang. Dimana pengelolaan kebersihan di pasar itu dinilai tidak maksimal.

Sebagaimana diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Basiran SE MM, bahwa supaya Selatpanjang terlihat rapi, pedagang yang berjualan di jalan harus ditata ditempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah, sehingga arah pasar teratur dan orang belanja pun bisa terfokus.

"Kebersihan yang sipatnya bukan dicek dinas terkait setahun sekali, tapi harus ada rutinitas, tenaga kebersihan dinilai jauh kurang dan dinas terkait perlu berembuk dan saling bersinergi," ungkap Basiran kepada GoRiau.com, Senin (13/1/2020).

Meski demikian, pihaknya dari Komisi II sangat mendukung program pemerintah, juga mengapresiasi kebijakan yang dibuat pemerintah terutama Disdagprinkop, artinya ada bangunan pasar semegah itu di Selatpanjang.

Tidak hanya itu, tambah politisi Gerindra itu, namun bagaimana tindakan di lapangan dinas terkait betul-betul bisa dimaksimalkan sehingga orang yang berjualan disana dengan tempa-tempat yang sudah dibangun dengan bagus bisa dimanfaatkan.

"Untuk menempati itu tentu harus kerjasama yang baik antara dinas terkait yakni dinas pasar dan Satpol PP dengan para penjual dapat diarahkan berjualan disitu, sehingga orang dari mana-mana akan berfokus belanja di satu tempat yakni pasar modern," bebernya.

Sementara Sekretaris Komisi II, Tengku M Nasir mendukung pengelolaan kebersihan khususnya penanganan sampah di Pasar Modern Selatpanjang menjadi perhatian lebih. Dia juga berharap agar petugas kebersihan disana ditambah.

"Jika perlu beberapa petugas kebersihan yang ada di tempat lain kita alihkan ke Pasar Modern," ujar Nasir.

Kepala Bidang Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, (DLHK) Kepulauan Meranti, Husni Mubarak mengatakan akan merespon temuan hasil peninjauan lapangan Komisi II DPRD Kepulauan Meranti di Pasar Modern terkait masalah sampah.

"Masalah sampah di Pasar Modern merupakan masalah yang kompleks. Tapi kedepan akan kita perbaiki penanganan sampah yang ada," sebutnya.

Husni menyebutkan, akan berusaha menambahkan personil petugas kebersihan di Pasar Modern. Namun kewenangan DLH hanya masalah sampah, sedangkan pasar merupakan kewenangan Disdagprinkop-UKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kepulauan Meranti, Azza Fahroni mengatakan akan merekrut petugas kebersihan khusus untuk Pasar Modern. Menurutnya penambahan tenaga kebersihan ini dikarenakan petugas yang sudah ada tidak bisa mengcover kebersihan seluruhnya.

"Petugas kebersihan tidak harus ditambah, tapi dibentuk petugas kebersihan khusus Pasar Modern. Dengan begini pekerjaan mereka tidak bercampur dan fokus untuk menangani permasalahan sampah yang ada," kata Azza.

Ketika ditanyakan, apakah perekrutan ini tidak menambah beban anggaran, sedangkan petugas kebersihan dari DLHK sudah dikerahkan, Azza mengatakan jika ini sudah dibahas bersama DRPD.

"Ini sudah kita bicarakan dengan DPRD dan mereka setuju, kalau untuk personilnya mungkin yang sudah ada saja, cuma pekerjaannya nanti yang difokuskan," pungkasnya.

[grc]