oleh

Geledah Markas Geng ‘Jepang’, Polisi Temukan Senjata hingga VCD Porno

DEPOK – Satreskrim Polresta Depok kembali menangkap dua orang anggota geng motor yang buron atas kasus penjarahan toko baju atau distro serta sejumlah aksi kejahatan jalanan lainnya di Kota Depok.

Keduanya ditangkap di sebuah kontrakan yang biasa dijadikan markas oleh komplotan remaja tersebut pada Selasa (26/12/2017) sore.

banner 300x250

Dari pantauan Okezone, lokasi markas geng motor Jembatan Mampang (Jepang) itu terletak di Kampung Pitara RT 05 / RW 19, Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Kota Depok. Untuk menjangkau lokasi cukup sulit karena harus melalui jalan sempit dan pemukiman padat penduduk.

Sampai di ujung gang yang berbatasan dengan kebun, rumah rumah nomor 116 bercat ungu itu tak berbeda dari rumah lainnya. Hanya saja, di halaman rumah tersebut tampak tumpukan perkakas dan suku cadang motor.

(Baca Juga: Dipulangkan, 19 Anggota Geng ‘Jepang’ Motor Sungkem ke Orangtua)

Dalam penggeledahan yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana itu, petugas menemukan tujuh bilah senjata tajam dari berbagai jenis dan ukuran hingga VCD porno.

“Ini hasil dari pengembangan dari empat pelaku yang kami kejar. Sudah dua yang ditangkap lalu kami lakukan penggeledahan di sebuah kontrakan yang biasa mereka jadikan markas,” ungkap Kompol Putu.

Dalam kontrakan berukuran sekira 6×5 meter itu terdapat satu ruang tamu, satu kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Untuk senjata tajam, ditemukan di kebun samping kontrakan untuk mengelaui orang lain.

Tujuh senjata tajam yang kami temukan bervariasi ada yang celurit, hingga pedang model sabit. Kemudian ada yang panjangnya lebih dari 1 meter. “Ini yang digunakan para pelaku pada saat melakukan pencurian dan pengancaman di toko pakaian Fernando,” terang dia.

(Baca Juga: Ini Deretan Dosa Geng ‘Jepang’ Motor di Depok)

Senjata tajam tersebut, lanjut Putu, merupakan hasil produksi anggota geng tersebut. “Diduga sajam produksi sendiri, ada saksi yang sempat lihat perbuatan memproduksi sajam yang dipergunakan untuk kepentingan gangster kelompok Jembatan Mampang (Jepang),” katanya.

Saat ini, petugas masih terus mengejar dua pelaku lainnya yang diduga otak dari sejumlah aksi kejahatan jalanan di Kota Depok, termasuk ketua geng Jepang.

 

(Ari)