oleh

Jaga Kelestarian Hutan, LKAR berikan Pelatihan Smart Patrol bagi kelompok MPA dan staf KPHP TBS

PEKANBARU (Inforiau.ID) – Program patrol dengan metodeSMART PATROL yang diusung oleh Lembaga Konservasi Alam Riau (LKAR) yang tergabung di dalam Konsorsium Ekosistem Semenanjung Kampar mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terintegrasi melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan hutan, penebangan dan perburuan liar.

Ini demi menjaga kelestarian hutan dari alih fungsi lahan, perambahan, dan perburuan liar perlu diadakan pengawasan, dengan melibatkan komponen masyarakat di sekitar kawasan hutan.

banner 300x250

Pada jumat-sabtu (5-6 Januari 2018), bertempat di Hotel Tiga Dara, LKAR mengadakan pelatihan Smart Patroldtujukan kepada Tim Patroli KPHP TBS dan Kelompok Masyarakat Peduli Asap (MPA) di kampung Teluk lanus, Penyengat, Sungai rawa, Rawa mekar jaya, dan Mengkapan Kabupaten Siak.

Safroni, SH selaku direktur LKAR menyampaikan dalam sambutannya saat acara pembukaan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam navigasi dan penggunaan GPS serta teknik patroli.

Ditambahkannya, pelatihan ini juga memberikan ketrampilan peserta pelatihan dalam membuat laporan dan pengisian form temuan dilapangan.

Selain itu untuk meningkatkan kapasitas peserta pelatihan dalam pengambilan gambar atau video informasi atau data yang diperoleh dari kegiatan lapangan (patroli).

Acara pelatihan dibuka oleh Embiyarman, perwakilan dari KPH TBS. Disambutannya beliau mengapresiasi pelatihan yang diadakan oleh LKAR, karena selama ini tidak banyak petugas dilapangan yang mengerti menggunakan GPS saat patroli dilapangan.

Embiyarman berharap pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi peserta untuk menjalani tugasnya di lapangan.

Instruktur pelatihan ini yakni Jon Hendra(WWF indonesia Central Sumatera)memberikan  materi mengenai teknik dasar patroli, navigasi dan penggunaan GPS dan Rudi Zapariza (TNC)Pengenalan materi SMART PATROL.

Pelatihan dihadiri sebanyak 22 orang peserta terdiri dari Tim Patroli KPHP TBS dan Kelompok Masyarakat Peduli Asap (MPA) dari kampung Teluk Lanus, kampung  Penyengat, kampung Sungai rawa, kampung Rawa mekar jaya, dan kampung Mengkapan yang berada di Kabupaten Siak.

Dihari pertama peserta diberikan materi teknik dasa patroli, navigasi dan pengenalan smart patrol.

Pada hari kedua peserta melakukan praktek penggunaan GPS.

Sumardi salah seorang peserta pelatihan mengatakan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baru dipelatihan ini. Khususnya dalam penggunaan GPS. Dia berharap pelatihan semacam ini sering dilakukan.

#AK20