oleh

Perawat Remas Payudara Pasien Cantik di Surabaya, DPR Sentil IDI

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Irma Suryani menyampaikan, pelecehan seksual yang dialami pasien cantik W (33) yang dilakukan oknum perawat di National Hospital Surabaya merupakan akibat dari ketidaktegasan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam melindungi pasiennya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Kak Irma itu, IDI sangat lemah dalam memberikan perlindungan terhadap pasien sehingga pelecehan terus terjadi. Justru sebaliknya, selama ini IDI selalu tegas dan tampil gagah saat memberikan pembelaan terhadap anggotanya yang terindikasi bermasalah.

banner 300x250

“Seharusnya IDI tidak hanya terikat memberikan perlindungan terhadap anggotanya, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat. Pembelaan terhadap institusinya sendiri sangat tinggi sekali,” kata Kak Irma saat diskusi Perspektif Indonesia bertajuk ‘Hospital Tanpa Hospitality’ di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018).

Kak Irma menceritakan salah satu contoh kasus kelemahan IDI dalam memberikan perlindungan. Kasus itu pernah dialami temannya dokter Ira Simatupang yang kebetulan juga berprofesi sebagai dokter dan mendapatkan pelecehan seksual dari senior sekaligus atasannya.

Karena tidak terima dengan perbuatan atasannya, teman Kak Irma itu kemudian mengadu kepada IDI. Namun, bukan pendampingan yang didapat, justru ia diancam tidak diberikan surat izin praktek. Padahal, ia korban pelecehan seksual yang tidak bisa dianggap remeh atau kasus biasa.

“Ini satu contoh kasus yang saya kawal langsung, dan Alhamdulillah, akhirnya saya berbicara dengan IDI. Meski dengan susah payah, masalah ini bisa saya selesaikan. Saya yakin kasus serupa masih ada, buktinya akhir-akhir ini muncul lagi di Surabaya,” pungkasnya.

(Baca Juga: Perawat Remas Payudara Pasien Cantik Ditetapkan Tersangka)

Sekedar informasi, pelecehan seksual oleh oknum perawat di RS National Hospital Surabaya dialami seorang pasien caktik. Kasus tersebut viral karena dianggap tidak wajar, pasien yang seharusnya dilindungi dan mendapatkan pengobatan justru diremas-remas payudaranya saat dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh bius.

Kasus itu terjadi pada Selasa 23 Januari kemarin antara pukul 11.30 sampai 12.00 WIB. Kasus itu kemudian di bawa ke ranah hukum oleh suami korban. Perawat Zunaidi Abdillah (30) langsung ditangkap. Setelah diperiksa secara intensif oleh penyidik Polrestabes Surabaya, Zunaidi Abdillah pun ditetapkan sebagai tersangka.

(Baca Juga: Perawat Remas Payudara Pasien Cantik Selama 3 Menit)

(erh)

Sumber : okezone.com