oleh

Raja Yordania, Hussein bin Talal Meninggal Dunia

PADA 7 Februari 1999, Raja Yordania, Hussein bin Talal meninggal dunia menjadikan putranya, Abdullah bin Hussein sebagai Raja Yordania yang baru. Raja Hussein adalah salah satu raja dengan masa pemerintahan terpanjang selama abad ke-20.

Hussein dinobatkan sebagai raja konstitusional ketiga Yordania pada 1952 dan membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin yang hebat di negaranya dan Timur Tengah. Dia adalah anggota Dinasti Hashimiyah, yang disebut memiliki garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Dinasti Hashimiyah menjadi penguasa Yordania setelah runtuhnya Kekaisaran Ottoman di awal abad ke-20.

banner 300x250

Pada 1963, Raja Hussein menunjuk anak laki-lakinya yang baru berusia satu tahun, Pangeran Abdullah, sebagai pewaris takhta. Namun, setelah mengalami serangkaian upaya pembunuhan, sang raja khawatir bahwa dia tidak akan hidup cukup lama sampai Pangeran Abdullah dewasa.

Karena itu, dia mengubah konstitusi Yordania untuk memungkinkan suksesi takhta kepada saudara dan pada 1965 Raja Hussein menunjuk adik laki-lakinya, Pangeran Hassan bin Talal, sebagai putra mahkota. Hassan saat itu berusia 18 tahun dan cukup dewasa menurut hukum Islam untuk menghindari terjadinya kekuasaan perwalian yang bisa membahayakan Dinasti Hashemiyah.

Setelah putra Hussein Pangeran Abdallah mencapai usia dewasa, Pangeran Hassan tetap menjadi putra mahkota dan pada akhir 1990-an bertindak sebagai raja sementara saat Raja Hussein menderita karena sakit yang panjang.

Pada Januari 1999, beberapa pekan sebelum meninggal dunia, Raja Hussein mengangkat Pangeran Abdullah sebagai putra mahkota, mengakhiri 34 tahun masa jabatan Pangeran Hassan sebagai pewaris Yordania. Hussein sudah lama menginginkan garis kerajaan kembali ke putra tertuanya, tapi menunda keputusan sampai saat-saat terakhir. Pada bulan Februari, Abdullah yang berusia 37 tahun naik takhta menggantikan ayahnya.

(dka)