oleh

Orangtua Kaget Dita Siska Ditangkap karena Rencanakan Kericuhan di Mako Brimob

TEMANGGUNG – Warga Desa Jambon, Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kaget salah satu warganya yakni Dita Siska Millenia, ditangkap di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Kepala Desa Jambon, Kecamatan Gemawang Wardoyo di Temanggung, Minggu (15/5/2018) membenarkan bahwa Dita adalah warga RT 09/RW 03, Desa Jambon, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

banner 300x250

Seperti diketahui polisi mengamankan terduga teroris perempuan atas nama Dita Siska Millenia dan Siska Nur Azizah yang sedang menyusun strategi penyerangan saat kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Wardoyo menuturkan pada Sabtu 12 Mei 2018 malam diberitahu petugas polisi bahwa Dita ditangkap di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Kami selaku kepala desa dan warga keget dengan penangkapan tersebut, kami tidak mengira karena selama ini dia biasa-biasa saja, tidak ada yang mencurigakan,” katanya.

(Baca juga: Diduga Rencanakan Penyerangan Mako Brimob, 2 Perempuan Diamankan Polisi)

(Jenazah polisi korban kericuhan di Mako Brimob)

Ia menuturkan setelah lulus dari SD Jambon, Dita melanjutkan ke salah satu SMP di Malebo, Kecamatan Kandangan dan terakhir mondok di sebuah pondok pesantren di Patean Kendal. Dita merupakan anak nomor dua dari pasangan Suwal dan Ari Suprapti yang sehari-hari hidup dari bertani. Orang tua Dita, Suwal juga mengaku kaget dengan penangkapan putrinya tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan Dita setelah lulus dari SMP di Malebo kemudian melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren di Patean Kendal.

“Selama di pondok pesantren dia pulang ke rumah setiap dua bulan sekali, tetapi juga pernah sampai enam bulan baru pulang. Kabar terakhir dia praktik mengajar di sebuah pondok pesantren di Majenang, Cilacap,” katanya.

(Baca juga: Dua Perempuan yang Ditangkap di Area Mako Brimob Rencanakan Tusuk Polisi)

Ia mengatakan setiap pulang ke rumah tidak pernah cerita apa-apa atau hal-hal yang mencurigakan. “Sekitar lima hari lalu dia memberi kabar lewat SMS ingin pulang, tetapi ternyata ada kabar penangkapan tersebut,” katanya.

(sus)