oleh

Bocah Baru Lulus SD Nikahi Siswi SMK Gegerkan Warga Bantaeng

BANTAENG – Warga Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihebohkan dengan pernikahan dini yang berlangsung pada Kamis 30 Agustus 2018. Informasi menyebutkan bahwa mempelai pria ialah seorang bocah berinisial R yang baru saja lulus sekolah dasar (SD). Sedangkan si mempelai wanita berstatus sebagai siswi SMK.

R tercatat sebagai warga Lannying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Sementara pasangannya, S merupakan warga Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng.

banner 300x250

Pernikahan Anak

Menurut postingan pemilik akun facebook Yuni Rusmini pada Senin (3/9/2018), keduanya melangsungkan pernikahan dengan uang panaik (mahar) senilai Rp56.500.000. Pernikahan kedua sejoli itu terbilang ilegal karena tanpa sepengetahuan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Uluere, Bantaeng yang dilangsungkan di kediaman mempelai perempuan di Desa Bonto Marannu, Kamis, 30 Agustus 2018 lalu.

Ayah S, Daeng Pudding dalam keterangannya mengungkapkan alasan keluarga menikahkan putri ketiganya tersebut yakni karena permintaan anaknya sendiri. Atas pernikahan tersebut, S terpaksa putus sekolah lantaran ingin fokus mengurus rumah tangganya. “Saya mau berhenti sekolah, mau urus rumah tangga,” ucapnya singkat.

Pernikahan Anak

Hal senada disampaikan R yang memilih menjadi petani untuk menafkahi istrinya. “Saya berkebun, bawang kentang dan lain-lain. Mau berhenti sekolah juga,” tegasnya.

Foto pernikahan kedua pengantin di bawah umur ini lantas viral di berbagai media sosial, seperti Facebook, Twitter dan Instagram. Kebanyakan warganet mengecam pernikahan keduanya lantaran dianggap melanggar Undang-Undang Pernikahan.

(put)