Minggu Ini ULP Siak Mulai Lelang Pekerjaan Fisik di LPSE

Riau, Siak78 Dilihat

SIAK SRI INDRAPURA – Untuk mempercepat proses pembangunan, Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Kabupaten Siak, Riau, minggu ini akan memulai lelang pekerjaan fisik dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Kawasan Perumahan (PU Tarukim).

Kepala Bagian ULP Siak, Tekad Perbatas mengatakan kepada GoRiau.com, Senin (28/1/2019), bahwa saat ini yang sudah masuk lelang di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) baru konsultan.

banner 300x250

“Memang saat ini baru pekerjaan pengawasan untuk pekerjaan fisik Dinas PU-Tarukim yang sudah diterbitkan lelangnya. Mudah-mudahan dalam minggu ini kita akan melelang pekerjaan fisik Dinas PU Tarukim Siak,” kata Tekad.

Untuk melakukan proses lelang ini, sambungnya, banyak dokumen dan kelengkapan yang harus dimasukan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Rencana Umum Pengadaan Barang dan Jasa (RUPBJ).

“Sebelum menerbitkan lelang, kita harus melakukan verifikasi data yang sudah dimasukkan oleh masing-masing OPD. Dalam minggu jika lancar semua akan kita terbitkan lelang pekerjaan fisik,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Tarukim Siak, Irving Kahar Arifin melalui Kabid Tata Ruang dan Kawasan Pemukiman, Khaidir Fitri mengatakan, ada 24 paket pekerjaan yang sudah dimasukkan ke ULP untuk tahun 2019. Diantaranya 18 pekerjaan jalan lingkungan dan 6 pekerjaan drainase lingkungan.

“Untuk panjang pekerjaan semenisasi jalan bervariasi, rata-rata panjangnya 300 meter. Itu pun tergantung lebar jalan yang dikerjakan nantinya. Untuk panjang drainase pemukiman rata-rata panjang 250 meter,” ungkap Khaidir ditemui GoRiau.com di ruang kerjanya.

24 pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Siak, sambung Khaidir. Pekerjaan tersebut pun sudah dimasukkan minggu kemarin melalui aplikasi ULP dan dikirim ke UKPBJ (Unit Kerja Penerimaan Barang dan Jasa).

“Tahun ini untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Siak, tidak hanya mengandalkan APBD. Tetapi ada juga dari APBD Provinsi Riau dan APBN, dalam bentuk swadaya masyarakat,” jelas Khaidir.