oleh

Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan, Polsek Bangko Rohil Buat Film Pendek ‘Cara Ngopi Asyik’ Saat Pandemi

BAGANSIAPIAPI – Tradisi “ngopi” warga Rokan Hilir, khusus Bagansiapiapi yang sudah terbangun ratusan tahun yang lalu, menjadi inspirasi bagi Polsek Bangko, Rokan Hilir Riau untuk membuat film pendek berdurasi enam menit yang berisi ajakan untuk mengikuti Protokol Kesehatan dalam menghadapi Covid-19.

Film yang mengambil lokasi di Caffe Tiam Jalan Merdeka Bagansiapiapi merupakan salah satu caffe yang sebelumnya ramai dikunjungi warga sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun sejak mewabahnya virus Corona, cafffe tersebut sepi, dan itu juga terjadi di caffe-caffe lain dan kedai kopi yang ada di Bagansiapiapi.

Namun dengan diberlakukannya New Normal, warga pun bersiap-siap membuka usaha mereka dan menjalankan aktifitas seperti biasa, terutama kedai kopi dan caffe. Dan untuk mengantisipasi munculnya gelombang pandemi kedua, Polsek Bangko pun melakukan penyuluhan lewat film pendek agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah New Normal.

Pada film ini, Polsek mengedukasi warga bagaimana tata cara ngopi saat New Normal. Di film ini dua pemeran di film pendek, Suriman (31) dan Rudi Hartono (45), adu akting cara ngopi (minum kopi) dengan tetap menjaga jarak sesuai protokol kesehatan pemerintah.

Film pendek berdurasi 6 menit ini dimulai ketika pemesan datang ke caffe Tiam, lalu cuci tangan, saat memesan, letak meja, kursi, hingga jarak duduk satu dengan yang lainnya yang ditata agak berjauhan.

“Hari ini saya bersama Rudi memerankan warga ngopi, tata cara bagaimana ngopi di keramaian, durasi filmya enam menit tayang, sutradaranya Kapolsek Kompol Sasli Rais SH,” ucap Suriman.

Kapolsek Bangko sekaligus sutradara film pendek itu, Senin (1/6/2020) menyebutkan, film tersebut sebagai media menyampaikan pesan protokol kesehatan di saat New Normal. “Kota Bagan ini terkenal dengan ciri khas ngopi, rasa, aroma kopinya, inilah latar belakang kita membuat film pendek ini,” aku Kompol Sasli Rais SH.

“Intinya juga berisi simulasi, datang pakai masker, kedai kopi menyediakan cuci tangan, memesan, jarak duduk, posisi meja satu dengan lainnya, fisikal distanding,” terang Sasli Rais yang duduk berjarak 1 hingga 2 meter dari pengunjung lainnya.

Kompol Sasli Rais SH menghimbau masyarakat jika di keramaian tetap memakai masker. “Ikuti standar kesehatan, pemilik warung kopi dihimbau jika pengunjung tidak pakai masker jangan dilayani,” tegasnya.