oleh

IRT di Rohul yang Curi Sawit Seharga Rp75 Ribu untuk Beli Beras Divonis Percobaan Selama 2 Bulan

PEKANBARU – Ibu rumah tangga bernama Rica Marya (31), yang “tertangkap basah” mencuri tiga tandan buah sawit milik PTPN V Sei Rokan, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, diputuskan tidak ditahan, namun menjalani masa percobaan selama dua bulan.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Riau Budi Raharjo Kisnanto, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pada hari Rabu (3/5/2020) sore.

Raharjo mengatakan, Rica divonis majelis hakim bersalah melanggar pasal 354 KUHP. Dengan putusan nomor 43/pid.c/2020/pn atas nama Rica Marya Boru Simatupang dijatuhi pidana penjara tujuh hari karena terbukti melakukan pencurian pidana ringan.

“Iya sudah ada putusannya, sidangnya cuman satu kali itu namanya APC (acara pemeriksaan cepat) karena ini adalah tindak pidana ringan. Jadi cuman satu kali sidang si Pengadilan Negeri Pasir Pangaraian, Selasa 2 Juni kemarin,” ujar Raharjo.

Kemudian Raharjo menyampaikan, dalam hal ini, terhadap Rica tidak dilakukan penahanan, maksudnya masa percobaan selama 2 bulan ialah, apabila Rica kembali melakukan perbuatan pidana dalam waktu tersebut, maka hukuman pidana kurungan selama 7 hari langsung dilakukan terhadap Rica.

“Rica terjerat tindak pidana ringan karena nilai kerugian di bawah Rp2,5 juta, dimana nilai kerugian yang dialami PTPN V Sei Rokan itu sebesar Rp 76.500. Untuk itu, proses penyidikan dilakukan dengan skema acara pemeriksaan cepat atau APC,” tegas Raharjo.

Lebih lanjut Raharjo menjelaskan, dalam skema APC, penyidik kepolisian tidak melibatkan jaksa dalam pelimpahan berkas ke Pengadilan setempat. Dimana penyidik langsung melakukan pelimpahan berkas perkara ke pengadilan untuk langsung di sidang. Jaksa hanya menerima dan melakukan putusan hakim.

“Dalam perkara ini, Kejaksaan Negeri Rokan Hulu berperan sebagai eksekutor. Artinya, kejaksaanlah yang akan memantau masa percobaan selama dua bulan terhadap Rica. Jika selama dua bulan itu,” tuturnya.

Untuk diketahui, Rica tertangkap basah mencuri tiga tandan sawit di perkebunan PTPN V Sei Rokan, pada hari Sabtu (30/5/2020) lalu bersama dua rekannya, namun yang tertangkap oleh security PTPN V hanyalah Rica.

Kemudian Rica dilaporkan ke Polsek Tandun, disana Rica mengaku nekat mencuri untuk membeli beras, agar tiga anaknya bisa makan di rumah.

Dalam hal ini, pihak kepolisian telah berupaya melakukan mediasi antara PTPN V dan Rica, namun PTPN V bersikukuh untuk melanjutkan perkara Rica ke pengadilan, hingga akhirnya kabar tersebut menjadi sorotan banyak kalangan, karena dianggap terlalu berlebihan.