2021, Pemkab Meranti Bantu Operasional Satu Masjid dan Satu Mushalla di Setiap Desa

SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan menyalurkan bantuan operasional kepada satu Mesjid dan satu Musholla di setiap desa yang berada di sembilan kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bantuan ini akan disalurkan pada 2021 mendatang dan diusulkan melalui belanja hibah daerah, dimana program ini dimaksudkan untuk memakmurkan Masjid dan Mushalla.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kepulauan Meranti, Hery Saputra, SH mengatakan bantuan untuk Masjid dan Mushalla yang diusulkan melalui belanja hibah daerah adalah dalam rangka proses pemerataan, dimana proses ini menggunakan proposal yang direkomendasikan oleh camat setempat.

"Bantuan untuk satu masjid dan satu mushalla di setiap desa ini bisa diajukan menggunakan proposal yang direkomendasikan oleh camat setempat. Jadi camat juga bisa melihat kondisi masjid dan mushalla apakah layak dibantu atau tidak," kata Hery Saputra, Kamis (13/2/2020).

Dikatakan Hery, dengan adanya bantuan ini paling tidak bisa meringankan beban operasional masjid dan mushalla serta pihak desa juga ikut berkontribusi terhadap mesjid lainnya di desa yang sama.

"Paling tidak setelah kita bantu masjid dan mushalla, pemerintahan desa juga bisa menganggarkan melalui ADD juga bisa membantu rumah ibadah lain di desa yang sama," ujar Hery.

Mantan Kepala Bagian Humas dan Protokol ini mengatakan jika program ini setiap tahun dianggarkan namun tidak terarah seperti saat ini.

"Dulu pernah ada, tapi tidak terarah seperti satu masjid dan satu mushalla di setiap desa," kata Hery.

Lebih lanjut dikatakan jika bantuan ini hanya untuk operasional Masjid dan Mushalla dan jumlahnya pun bervariasi.

"Bantuan ini sifatnya hanya untuk operasional mengingat banyak peralatan di masjid dan mushalla itu banyak yang rusak. Jumlahnya pun bervariasi, untuk masjid berkisar Rp15 sampai 20 juta, sedangkan mushalla berkisar Rp10 hingga 15 juta. Jika kita estimasikan anggarannya itu mencapai Rp2,5 - 3 miliar," ungkap Hery.

Hery menambah jika dalam setiap kesempatan Musrenbang pihaknya terus menginformasikan terkait adanya bantuan ini.

"Saat ini usulan bantuan itu belum ada, makanya setiap kesempatan Musrenbang kita terus menginformasikan ini agar nanti bisa masuk kedalam KUA-PPAS. Kalau untuk 2020 ini kita belum tau karena itu usulannya tahun kemarin, selain itu beban dana hibah juga agak membengkak karena ada pelaksanaan Pilkada, jadi tidak terlalu bisa dimaksimalkan," pungkasnya.

[grc]