oleh

FKPMR Ingin Putra Daerah Diprioritaskan Isi Posisi di BUMD, Marwan: Wajar Saja dan Itu Bukan Primordialisme

PEKANBARU – Anggota DPRD Riau, Marwan Yohanis angkat bicara terkait pro-kontra penunjukkan komisaris dan direksi BUMD Riau yang berujung pada tudingan bahwa Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) drh Chaidir seseorang yang kolot.

Chaidir, kata Legislator Dapil Inhu-Kuansing ini, merupakan Mantan Ketua DPRD Riau dua periode dan Ketua FKPMR, yang otomatis secara ketokohannya tidak usah diragukan lagi. Hal ini tentunya harus dihormati oleh siapapun.

banner 300x250

“Saya rasa tidak terlalu berlebihan keinginan beliau untuk menyampaikan hal demikian, kalau pernyataannya dianggap tendensius, kenapa ditanggapi dengan emosional sampai dibilang kolot begitu,” ujar Politisi Gerindra ini kepada GoRiau.com, Rabu (27/1/2021).

Sebagai tokoh masyarakat Riau, menurut Marwan, wajar saja dan tidak berlebihan jika Chaidir menginginkan anak-anak asli daerah bisa mengisi setiap peluang yang ada, dalam hal ini komisaris dan direksi BUMD.

“Kita sebagai warga negara Republik Indonesia (RI), ketika ada kesempatan untuk anak bangsa, kita tentu mau memprioritaskan anak bangsa Indonesia. Begitu juga dengan Riau, kalau ada peluang, tentu kita menginginkan posisi itu diisi putra daerah juga,” tuturnya.

Hal ini, tegas Marwan, jangan diartikan bahwa Pak Chaidir terjebak primordialisme sempit, yang nantinya akan berujung pada ranah Suku Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), apalagi sampai mengkait-kaitkan dengan NKRI.

“Kekayaan alam kita sudah cukup lama menghidupi seluruh wilayah Indonesia, 60 persen APBN itu dari Riau. Tapi kita tidak pernah persoalkan itu karena kita sadar bahwa kita diikat dalam NKRI, jadi jangan ditanggapi secara emosional,” katanya.

Memprioritaskan putra daerah, sambungnya, tidak hanya terjadi di Riau, karena di daerah lain tentunya akan melakukan hal yang sama, sebut saja Aceh, Sumatera Barat atau bahkan Papua. Semua pasti mengutamakan putra daerah.

“Memang ada komisaris di daerah lain yang mengambil direksi dan komisarinya dari Riau? Makanya, saya bilang boleh hati panas, tapi kepala harus tetap dingin,” tutupnya.