oleh

Kopsa M Tegaskan Transparan Dalam Kelola Dana

KAMPAR – Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) menegaskan pihaknya sangat transparan dalam melakukan penggunaan dan pengelolaan dana. Hal tersebut disampaikan guna membantah tudingan yang menyudutkan Kopsa M.

Humas Kopsa M, Hendri Domo, mengatakan, sebenarnya pihaknya tidak terlalu menanggapi hal-hal yang sifatnya tudingan, karena Kopsa M fokus untuk meningkatkan hasil produksi dan mensejahterakan petani.

banner 300x250

“Tapi agar informasi ini tidak menjadi bola liar. Makanya perlu kami luruskan dengan fakta dan data yang kami miliki,” ucap Hendri, Kamis (27/1/2021).

Menurutnya, setiap bulan pihak KUD Kopsa M selalu melakukan rapat perencanaan dan evaluasi kegiatan bulanan. Yang mana, dalam rapat itu ada beberapa item yang dibahas secara bersama-sama.

Diantaranya target produksi, kegiatan pemeliharaan tanaman, perawatan jalan untuk dilakukan dalam bulan depan. Disamping juga dilakukan evaluasi terhadap target bulan sebelumnya, guna mencari tahu apakah sudah mencapai target, melebihi atau ada kekurangan. Rapat ini bahkan melibatkan pihak PTPN-V.

“Tiap bulan kami melaksanakan rapat perencanaan dan evaluasi kegiatan bulanan. Merencanakan kegiatan pada bulan yang akan datang. Evaluasi kinerja bulan kemarin. Apa saja target yang dicapai. Apa target yang ga dicapai. Atau apa kelebihan melampui target,” kata Hendri.

Kemudian setiap awal tahun, lanjutnya, ada pertemuan yang membahas rencana anggaran kegiatan tahunan. Dimana, pertemuan tersebut dihadiri dan diketahui oleh Pengurus Kopsa M, Mandor, Pengawas dan perwakilan dari pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN-V).

“Itu dibicarakan bersama-sama dengan manager, asisten kebun, mandor 1 orang PTPN-V. Disitu kami tentukan target tahunan. Boleh diminta datanya dikantor. Disitu ada prediksi produksi dan harga rata-rata, perencanaan anggaran untuk pemeliharaan, pembangunan, cicilan hutang serta untuk petani sebesar 30 persen,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan, target rata-rata produksi perkebunan sawit Kopsa M untuk tahun 2021 sebesar 825 ton per/bulan dengan prediksi harga rata-rata jual TBS Rp1.500 per/kilogram. Maka, berapa prediksi pendapatan yang didapatkan dalam setahun sudah bisa diketahui.

Sehingga pihaknya mempertanyakan dimana letak ketidakterbukaan Kopsa M dalam mengelola anggaran. Karena informasi ini sangat terbuka dan bahkan diawasi dan diketahui oleh sejumlah pihak.

Petani pun dapat mendapatkan data-data seperti berapa hasil produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan harganya. Informasi itu dapat diakses setiap hari karena terpampang di papan tulis yang ada dikantor dan amprahan gaji bulanan.

“Contohnya tahun 2021 kami menargetkan rata-rata produksi 825 ton perbulan. Harganya diprediksi Rp1500 per kg. Nah, silahkan kalikan 12 bulan×825 ton×1.500. Setiap bulannya kami evaluasi. Karena kan ada kadang-kadang produksi dibawah target, ada juga melampui target,” ucap Hendri Domo.

“Misalnya pada Januari ini kami prediksi 700 ton. Nanti pada Februari kami lakukan rapat perencanaan dan evaluasi bulanan, Februari kami evaluasi kerja bulan Januari sesuai dengan anggaran kami. Rapat bulanan dihadiri oleh pengurus, mandor pengawas, pihak PTPN. Jadi dimana tidak transparannya?” sambung Hendri Domo.

Dalam setiap rapat yang melibatkan pihak diluar Kopsa M. Penggunaan anggaran ini selalu dipaparkan dan dilaporkan ke PTPN-V. Bahkan, sebelum pencairan ada kroscek dari mandor 1 PTPN-V apakah penggunanaan sesuai dengan volume dan standar kerja.

Hendri Domo menyebutkan, selama kepemimpinan Antony Hamzah audit laporan keuangan Kopsa M selalu memdapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Sudah tiga kali berturut-turut dapatkan WTP. Ini tahun keempat sekarang sedang dalam proses audit,” papar dia.

Tak hanya itu, Hendri memaparkan terjadinya peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit utamanya produksi tandan buah segar (TBS) sawit di areal lahan milik Kopsa M menjadi salah satu bukti keberhasilan capaian target Kopsa M dibawah kepemimpinan Antony Hamzah.

Semenjak Antony memegang kendali pengelolaan Kopsa M dari tahun 2016 hingga 2020. Hasil penjualan TBS terus melesat naik. Rekapitulasi produksi TBS sepanjang Desember 2016 hingga Desember 2017 yakni sebesar 5.145,931 ton. Terjadi peningkatakan hasil produksi TBS pada periode Januari- Desember 2019 dengan total sebesar 8.346,903 ton.

“Kopsa M terus berbenah diri untuk memajukan pendapatan dan kesejahteraan petani, bahkan sejak diketuai oleh Antony Hamzah. Alhamdulillah pendapatan terus meningkat dari 2016 dan aset Kopsa M juga sudah mulai terlihat. Mekanisme sistem kerja di Kopsa M itu sudah jelas sistemnya. Jadi apabila ada isu miring tentang tidak transparansinya Ketua kami dalam mengelola keuangan. Itu tidak benar,” ucap dia.