oleh

‘Rumah Lontiok’ Mulai Dilupakan, Dosen Unri Jalin Kerjasama dengan Dinas Pariwisata

PEKANBARU – Sejumlah dosen Universitas Riau mengadakan pertemuan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar untuk membahas program wisata yang bertujuan untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi yang ada di Kecamatan Kuok, Kampar, yakni Rumah Adat Lontiok Kandil Kemilau Emas

Salah seorang dosen yang terlibat dalam program pengabdian kepada masyarakat ini, Angga Permana, SP, M.Sc mengatakan, saat ini banyak sekali rumah-rumah adat beserta sejarahnya yang mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh masyarakat.

banner 300x250

“Bahkan, tidak sedikit pula dari rumah-rumah adat tersebut sudah roboh bahkan hancur karena tidak ada yang memperdulikan. Demi menjaga rumah-rumah adat ini, diharapkan agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam menjaganya,” kata Angga, Kamis (10/6/2021).

Rumah Adat Lontiok Kandil Kemilau Emas, jelasnya, merupakan salah satu rumah adat yang terletak di Desa Wisata Pulau Belimbing, Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Rumah adat ini berbentuk rumah Adat Lima Koto Kampar atau yang dikenal dengan sebutan Rumah Lontiok. Rumah adat ini berasal dari beberapa kata yaitu kandil yang berarti lampu, kemilau yang berarti cahaya dan emas yang berarti megah atau indah.

“Jadi rumah ini memiliki nama yang bermakna cahaya bagaikan kilauan emas yang indah. Makanya, rumah adat ini akan kita jadikan salah satu program kita dengan judul ‘Pemberdayaan Kelompok Wisata Adat Rumah Lontiok Kandel Kemilau Emas Untuk Pengembangan Potensi Budaya Lokal Di Desa Kuok, Kampar’,” jelasnya.

Kedatangan dosen Unri ini diwakili oleh Angga Pramana SP, M.Sc, Dr. Ir. Antony Hamzah, M.P dan ditemani oleh Syamsurizal sebagai pelaku Seni, Budaya dan Pariwisata Kampar disambut baik oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kampar.

Untuk menjalankan program tersebut, Dosen UNRI akan memberdayakan kelompok desa wisata melalui mahasiswa untuk pengembangan potensi budaya lokal di Desa Kuok, Kampar.

“Kelompok mahasiswa yang sudah terbentuk telah turun sejak Sabtu, 5 Juni 2021 dan telah melaksanakan beberapa kegiatan yang sesuai dengan program,” tutupnya.