Inforiau.ID, PEKANBARU – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau kembali mengalami peningkatan pada Agustus 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat NTP Riau sebesar 194,66 atau naik 0,19 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat 194,29.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, mengatakan peningkatan tersebut terjadi seiring dengan kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib).
“Nilai Tukar Petani Provinsi Riau pada Agustus 2026 tercatat sebesar 194,66 atau naik 0,19 persen dibandingkan Juli 2026 sebesar 194,29,” kata Asep dalam rilis BRS BPS Riau, Selasa (1/9/2026).
Indeks harga yang diterima petani meningkat 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,26 persen.
Secara umum, NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.
Indikator tersebut digunakan untuk melihat daya tukar atau kemampuan ekonomi petani dalam memenuhi kebutuhan yang harus dibayarkan.
Kenaikan NTP juga terjadi di seluruh provinsi di Pulau Sumatera pada Agustus 2026.
Peningkatan tertinggi tercatat di Jambi sebesar 1,77 persen, disusul Lampung sebesar 1,64 persen dan Sumatera Selatan sebesar 1,58 persen.
“Sementara Riau mencatat kenaikan NTP sebesar 0,19 persen,” jelas Asep.
Sumatera Utara mencatat kenaikan sebesar 0,01 persen, sedangkan Aceh mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pertanian di Riau pada Agustus 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 0,27 persen.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga yang meningkat 0,43 persen.
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,36 persen.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran meningkat 0,25 persen, transportasi 0,18 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,12 persen.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar lainnya naik 0,09 persen.
Kelompok kesehatan meningkat 0,08 persen, informasi dan komunikasi 0,03 persen, pakaian dan alas kaki 0,02 persen, serta rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, kelompok pendidikan cenderung stabil.
Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Riau mengalami peningkatan pada Agustus 2026.
“NTUP naik 0,19 persen dari 189,04 pada Juli menjadi 189,41 pada Agustus 2026,” ungkap Asep.
Kenaikan NTUP tersebut didorong peningkatan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani untuk keperluan produksi atau BPPBM meningkat 0,26 persen.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya penguatan pada indikator daya tukar petani Riau selama Agustus 2026, meski pada saat yang sama kebutuhan rumah tangga pertanian juga mengalami kenaikan.










