Amerika Serikat Berpotensi Jadi Pusat Virus Corona

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi Amerika Serikat berpotensi menjadi pusat pandemi virus corona karena peningkatan kasus infeksi di Negara itu sangat cepat.

Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan selama 24 jam terakhir, 85 persen kasus baru virus corona di seluruh dunia berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Sebanyak 40 persen berasal dari Amerika Serikat.

“Kami melihat adanya percepatan yang sangat besar dalam kasus-kasus [virus corona] di AS. Jadi memang ada potensi seperti itu. Kita tidak bisa mengatakan itu masalahnya tetapi itu memang memiliki potensi itu," katanya saat menjawab pertanyaan AS berpotensi jadi pusan pandemic Covid-19, menyitir Reuters, Rabu (25/3/2020).

“Mereka [Amerika Serikat] memiliki wabah yang sangat besar dan wabah yang semakin meningkat intensitasnya," tambah dia.

Baca juga: 174 Staf Kemenhan AS Positif Covid-19, Trump Berencana Akhiri Social Distancing

Namun, Harris mengungkapkan ada beberapa tanda positif seperti pengujian yang lebih komprehensif, dan upaya pemerintah AS untuk mengisolasi orang yang terinfeksi corona dan melacak orang yang pernah kontak dengan pasien terinfeksi virus.

Data WHO per Selasa, secara global, virus vorona telah menjangkiti 372.757 dan menyebabkan 16.231 orang meninggal.

Hingga sekarang, Eropa menjadi pusat penyebaran virus, di mana Italia sebagai negara yang paling terpukul dengan jumlah kematian tertinggi di dunia.

Ditanya tentang kemungkinan titik kritis di Italia, Harris menjawab, “Ada secercah harapan di sana. Kami telah melihat dalam dua hari terakhir lebih sedikit kasus dan kematian baru di Italia tetapi masih sangat, sangat awal.”

(fzy)