Korban Banjir di Rokan Hulu Butuh Bantuan Air Bersih dan Makanan

PASIR PENGARAIAN - Banjir yang melanda Kecamatan Rambah, Kecamatan Rokan IV Koto dan Kecamatan Kunto Darussalam, di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, sejak Ahad, sudah mulai surut hari ini, Rabu (27/11/2019).

Dikutip dari kompas.com, di Desa Babussalam, Kecamatan Rambah, sejumlah warga tampak mengeluarkan lumpur dan bermacam jenis sampah dari rumahnya. Mulai dari sampah berupa plastik hingga kayu.

"Di dalam rumah banyak lumpur yang tertinggal. Sebab, semalam air sampai satu meter di dalam rumah saya," kata Suwarni (47), kepada kompas.com, Rabu siang.

Suwarni mengatakan, selama tiga hari, ketinggian banjir di desanya mencapai satu hingga tiga meter.

"Banjir di Desa Babussalam ini terjadi setelah banjir di Desa Pelanduk, karena masih satu aliran sungai di Kecamatan Rambah ini," sebut Suwarni.

Namun, dia dan keluarganya tidak mengungsi, karena rumahnya bertingkat dua. Sedangkan air hanya memasuki rumahnya di lantai dasar.

Butuh Bantuan

Warga korban banjir saat ini kekurangan air bersih dan makanan. Sebab, saat ini warga belum bisa memasak karena peralatan dapur terendam.

"Masak di rumah belum bisa. Untuk makan kami dikasih nasi bungkus sama pemerintah desa," sebut Suwarni.

Dia mengatakan, bantuan nasi bungkus datang dua kali, yakni siang dan malam.

Nasi bungkus diantar langsung ke rumah korban banjir. Meski makan seadanya, Suwarni mengaku tetap bersyukur masih bisa makan berkat bantuan dari pemerintah desa.

"Alhamdulillah, kami tetap bersyukur meski makan seadanya," ucapnya.

Sempat Putus

Banjir sempat memutuskan lalu lintas di jalan nasional Riau-Sumatera Utara, sebab badan jalan terendam cukup dalam sepanjang satu kilometer, tepatnya di Kota Pasir Pengaraian.

Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting mengatakan, arus lalu lintas dialihkan ke jalan lingkar.

Petugas juga telah membuat penunjuk arah jalan. Jalan lingkar itu juga menjadi satu-satunya akses menuju pusat kota dan kompleks perkantoran Pemkab Rohul.

"Arus lalu lintas dialihkan ke jalan lingkar. Sebab, jembatan Sungai Batang Lubuh ditutup sampai banjir surut," sebut Dasmin saat temui Kompas.com, Selasa (26/11/2019) malam.

Ratusan Warga Terdampak Banjir

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul Zulkifli Said menyebutkan, banjir tersebut akibat meluapnya Sungai Pawan.

"Banjir terjadi akibat luapan air Sungai Pawan, karena semalaman diguyur hujan," sebut Zulkifli saat dikonfirmasi kompas.com, Ahad (24/11/2019).

Berdasarkan pendataan sementara, kata Zulkifli, sekitar 256 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Mereka terdiri dari 230 KK di Desa Rambah Tengah Hulu dan 26 KK di Desa Tanjung Belit.

[grc]