Pasca Dijenguk Gubri Syamsuar, Sri Rahayu Dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, Ini Penjelasannya

PEKANBARU - Sri Rahayu warga Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, mengidap penyakit kanker tyroid stadium 4 yang terletak pada bagian kepalanya. Perempuan berusia 33 tahun ini sebelumnya dijenguk Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar Hari Minggu (12/1/2020), lalu.

Pasca dijenguk orang nomor satu di Provinsi Riau, Sri Rahayu mendapatkan pengobatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad.

Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husendi MARS mengatakan kepada GoRiau.com, bahwa Sri Rahayu sudah melakukan kontrol dan diperiksa kembali secara lengkap oleh dokter spesialis bedah konsultan kanker di RSUD Arifin Achmad.

"Pemeriksaan terhadap pasien Sri Rahayu termasuk pemeriksaan USG, CT Scan, dan pemeriksaan penunjang lainnya sesuai keperluan," kata dr Nuzelly, Rabu (15/1/2020).

Menurut dr Effif Syofra Tripriadi SpB (K)Onk, Sri Rahayu merupakan pasien dengan kanker tyroid stadium 4 yang sudah metastase ke tulang kepala dan menekan jaringan sekitar termasuk otak.

"Kelenjar tyroid sebagai asal kankernya sudah dioperasi, sedangkan metastase kanker yang tumbuh di kepala sangat berisiko kalau dilakukan operasi. Sebab itu, pilihan pengobatannya adalah ablasi dengan radioisotop dengan memanfaatkan ilmu kedokteran nuklir," ungkap dr Effif.

Dikatakan dr Effif, untuk itu pasien Sri Rahayu dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung yang sudah pempunyai fasilitas pelayanan radio isotop sekaligus sebagai rumah sakit tempat pendidikan dokter spesialis kedokteran nuklir.

"Semua surat-surat berkas rujukannya sudah selesai dan selanjutnya keberangkatan pasien difasilitasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan," ujar dr Effif.

dr Effif menambahkan, bahwa saat ini penanganan kanker yang sudah tersedia di pelayanan kanker terpadu RSUD Arifin Achmad, yakni operasi, kemoterapi, radio terapi eksternal, radio terapi internal/brakiterapi.

"Kami juga mengusulkan ke depannya agar direncanakan melengkapinya dengan pengembangan pelayanan kedokteran nuklir, karena belum ada di Sumatera ini. Dengan demikian nantinya RSUD Arifin Achmad mampu memberikan pelayanan kanker secara komprehensif," jelas dr Effif.

[grc]