Pembangunan Puskesmas di Lahan Yarsi Mengundang Polemik, Sekda Kampar Sebut Lahan Sudah Dihibahkan ke Pemda

BANGKINANG - Sekretaris Daerah (Sekda), Yusri menyebut Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Kampar sebagai pemegang aset eks Rumah Sakit Ibnu Sina telah menghibahkan aset-asetnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kampar.

Sehingga, kata Yusri, pascaproses hibah ini, Puskesmas Bangkinang Kota bisa dibangun di lahan bekas Rumah Sakit Ibnu Sina, di Jalan Prof. M. Yamin.

Hal itu ditegaskan Yusri kepada wartawan, Selasa (26/11/2019) malam, saat ditemui di sela-sela Rapat Paripurna Laporan Banggar Terhadap RAPBD Kabupaten Kampar 2020. "Sudah. Sudah dihibahkan," cetus Yusri.

Dijelaskan Yusri, aset yang dihibahkan Yarsi kepada Pemda tidak hanya berupa aset tanah tapi juga disertai aset-aset lainnya.

"Sekarang seluruh aset Ibnu Sina itu sudah diserahkan ke Pemda," ungkap dia lagi.

Yusri menceritakan, semasa mendiang Azis Zaenal hidup, direncanakan Pemda Kampar ingin membangun Rumah Sakit Tipe C dengan pola pembagian saham di lahan eks Ibnu Sina itu.

"Dulu pingen saham. (Ternyata) Kalau saham kita ndak boleh pemerintah," ungkapnya.

Awalanya, sebut Yusri, Pemda berwacana ingin menjalin kerjasama dengan Bankriaukepri .

"Tapi ternyata (sesuai aturan) tidak boleh Bankriaukepri menanam saham seperti itu," tutur Datuk Bandaro Mudo ini.

Berdasarkan aturan itu, ungkap Yusri lagi, wacana pembangunan dengan pola pembagian saham ini tidak dilanjutkan.

Pernyataan Yusri ini, bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh salah seorang Pengurus Yayasan YARSI Kampar, Akmam Adiputra.

Akmam justru memberikan keterangan, bawah antara Pemda Kampar dengan YARSI belum menjalani proses penandatanganan apapun terkait proses hibah ini.

"Kemarin itu, bangun aja dulu. Nanti setelah MTQ ini akan berunding kembali dengan Pemerintah Daerah lagi," terang Akmam.

Pembangunan Puskesmas Bangkinang Kota di lahan eks RS Ibnu Sina ini menuai polemik. Berbagai pihak mempertanyakan pembangunan gedung Pusat Kesehatan Masyarakat Bangkinang Kota ini. Salah satu pihak yang paling getol mempertanyakan pembangunan dan proses hibah lahan wakaf yang dikelola YARSI Kampar ini adalah Indonesia Corupation Investigation (ICI) Kampar melalui ketuanya, Muhammad Ikhsan.

"Kita harus mencermati proses hibahnya. Pemda bilang sudah, sementara salah seorang pengurus YARSI bilang belum," jelas Ikhsan.

Seperti diketahui, tanah eks RS Ibnu Sina adalah wakaf masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada YARSI. Nyatanya, kini di lahan wakaf itu, telah dibangun Puskesmas Bangkinang Kota dengan dana yang sepenuhnya bersumber dari APBD Kampar 2019.

[grc]