Pemkab bersama TNI dan Polri Siap Antisipasi Karhutla di Kepulauan Meranti

SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim bersama Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, menggelar Teleconfrence dengan Kapolda Riau Irjend Pol. Agung Setya Iman Efendi, dalam kegiatan mendengarkan arahan Kapolda Riau kepada Polres di kabupaten/kota terkait kesiapan TNI Polri, serta pemerintah daerah dan masyarakat dan mengantisipasi dan menanggulangi karhutla itu, dipusatkan di Mapolres Kepulauan Meranti, Jalan Gogok Darussalam, pada Senin (10/2/2020).

Diseberang telephone Mabes Polda Riau hadir Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setya Imam Efendi, Wakil Kepala Polisi Daerah (Polda) Riau Brigjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan, Irwasda Polda Riau Kombespol Moh. Zainul Mutaqin.

Sementara di Kepulauan Meranti hadir Kapolres Meranti AKBP. Taufiq Lukman, Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim, Wakapolres Meranti Kompol. Irmardison dan Jajaran.

Asisten I Setdakab Meranti Syamsuddin SH MH, Kepala Badan BPBD Meranti Drs. Idris Sudin, Kepala Badan Ketahanan Pangan M. Arif, Kepala DLH Meranti Drs. Irmansyah M.Si, Kasatpol PP Meranti Helfandi SE M.Si, Camat Tebingtinggi Timur Syaiful Ikram, Camat Tebingtinggi Barat Said Jamhur, Kepala Dinas Perkebunan Meranti T. Effendi, Kadis Perikanan Meranti Eldy Syahputra, Bagian Humas dan Protokol Meranti, dan sejumlah pejabat lainnya.

Seperti dijelaskan Kapolda Riau Teleconfrence ini terkait dua hal yakni Kunjungan Kapolri bersama Panglima ABRI ke Provinsi Riau yang rencananya dilakukan pada Rabu (12/2/2020.red), dalam rangka mengecek kesiapan Riau menghadapi Karhutla. Untuk itu Kapolda Riau mengintruksikan kepada semua pejabat di Polres dan Polsek untuk Standbye ditempat tugas.

"Pastikan tidak ada penugasan pejabat utama keluar daerah dan semua jajaran bersiap mengambil langkah kongkrit di lapangan," ujar Kapolda.

Diantara yang menjadi prioritas dikatakan Kapolda Riau adalah melakukan verifikasi Hotspot untuk memastikan kevaliditan data titik api. 

Dicontohkan Kapolda saat ini di wilayah Sungai Apit, Siak terdapat 5 Hotspot, ia mengintruksikan untuk masalah verifikasi itu dapat dilakukan diawal kerja yakni pukul 7.00 Wib. Sehingga diketahui titik api yang sudah di verifikasi dan belum diverifikasi agar dapat ditentukan langkah selanjutnya.

Kedua Riau siap menghadapi Karlahut, target harus mampu memberikan keyakinan kepada pimpinan bahwa Jajaran TNI dan Polri di seluruh Riau siap melakukan antisipasi dan penanggulangan Karlahut. 

"Pastikan Polda dan Jajaran siap dan yakin menghadapi Karlahut. Seperti yang telah dilakukan selama 2 bulan terakhir ini dimana Riau sukses menghadapi Karlahut yang terjadi di wilayah masing-masing," ujar Irjend. Pol. Agung Setya Iman. 

Selanjutnya Kepada perusahaan perkebunan Kapolda juga meminta tim kebakaran perusahaan siap siap menghadapi Karlahut baik personil maupun peralatan. 

Dari hasil Teleconfrence antara Kapolres Meranti dan Wakil Bupati bersama Kapolda Riau, terungkap menurut rencana Kapolri dan Panglima TNI akan mengunjungi beberapa titik di Kabupaten/Kota mulai dari Posko Karlahut, Titik Rawan Karlahut dan Cek Kesiapan Personil TNI/Polri.

Untuk pembagian Kabupaten yang dikunjungi Meranti masuk dalam Zona 4 bersama Pekanbaru dan Siak.

Menyikapi intruksi Polda Riau kepada Jajarannya di setiap Polres dan Polsek yang ada di Riau untuk mengantisipasi dan menanggulangi Karlahut, disambut baik oleh Pemda Meranti dalam hal ini Wakil Bupati H. Said Hasyim. Ditegaskan Wabup, Pemda Meranti sejak jauh hari telah mengintruksikan semua OPD terkait hingga Kecamatan dan Desa untuk bersiap menghadapi Karlahut di musim kemarau ini. 

Upaya yang dilakukan dengan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya melakukan pembakaran lahan, selain itu telah mempersiapkan personil dan peralatan Karlahut di setiap Kecamatan dan Desa.

"Pada intinya kita siap bersama-sama TNI dan Kepolisian untuk mengantisipasi dan penanggulangan Karlahut, kita juga berharap dukungan dari masyarakat dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu terjadinya Karhutla," ujarnya mengakhiri.

[grc]