STIE Bangkinang Buka Program Pasca Sarjana Magister Manajemen

BANGKINANG - Setelah menunggu sekira satu tahun, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang menggelar kuliah perdana Pasca Sarjana Bangkinang, Program Magister Manajemen Tahun Akademik 2019/2020 di aula STIE Bangkinang di Jalan A Rahman Saleh, Bangkinang, Jumat (29/11/2019).

Kuliah perdana dengan tema “Implementasi ilmu manajemen sumber daya manusiaberdasarkan kompetensi” ini disampaikan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Prof Dr H Budi Sujatmiko, MSi, MEI.

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dan anggota DPD RI Edwin Pratama Putra yang hadir dikuliah perdana ini menyatakan siap mendukung STIE Bangkinang untuk mengembangkan program di STIE Bangkinang. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua STIE Bangkinang H Zulher, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar yang diwakili H Syamsul Bahri, Direktur Program Pasca Sarjana Prof DR M Yusril, MSi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Kabupaten Kampar dan puluhan mahasiswa program pasca sarjana STIE Bangkinang.

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dalam pengarahannya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus mendorong STIE Bangkinang membuka program-program baru dalam meningkatkan sumberdaya anak-anak negeri termasuk aparatur sipil negara.

“Bila sampai waktunya nanti apabila syarat-syarat akademik terpenuhi kami menginginkan STIE Bangkinang membuka program doktoral atau S3. Saya yakin dibawah kepemimpinan Bapak Zulher, STIE akan terus berkembang, mampu duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan perguruan tinggi lain, dan kemampuan itu telah dibuktikan dengan dibukanya program pascasarjana," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila memungkinkan, ia juga berharap STIE dapat meluaskan program-program studinya dengan berganti wajah ke universitas. Pergantian ini didasari oleh keinginan untuk menampung siswa tamatan SLTA yang barangkali ingin memasuki prodi lain selain ilmu ekonomi.

Hal ini dapat dilakukan melalui pertimbangan dan kajian yang matang atas dasar kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kampar. “Sebab satu hal yang tak bisa dipungkuri, tidak sedikit dari anak-anak kita yang setiap tahun melanjutkan kuliah di Pekanbaru, di Padang, Medan bahkan Jakarta dan Yogyakarta atas dasar bahwa program studi yang mereka masuki tidak tersedia di beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Kampar,” ulas Catur.

Ketua STIE Bangkinang H Zulher dalam sambutannya menyampaikan, program pasca sarjana atau program S2 di STIE Bangkinang merupakan yang pertama di Kabupaten Kampar dan satu-satunya di Kabupaten Kampar. Pada kesempatan ini ia minta Pemkab Kampar terus mendukung STIE Bangkinang.

Kepada anggota DPD RI Edwin Pratama Putra ia berharap dapat membawa dana APBN ke STIE Bangkinang. Hal itumendapat sambutan baik Edwin. Ia mengaku yakin dengan dimotori H Zulher STIE akan semakin besar dan Kampar menjadi pusat pendidikan di Riau.

“Program pasca sarjana di STIE hendaknya menjadi role model pengelolaan pendidikan modern,” beber anggota DPD RI termuda ini.

Sementara itu, Direktur Program Pasca Sarjana STIE Bangkinang Prof Assoc Muhammad Yusril,SE, MSc dalam sambutannya menjelaskan, pasca sarjana Bangkinang merupakan program S2 dibawah naungan STIE Bangkinang dengan keputusan pendiriannya berdasarkan Kepmenristekdikti RI Nomor 943/KPT/I/2019 tanggal 10 Oktober 2019.

Pasca Sarjana Bangkinang untuk tahap awal, baru memiliki satu program studi yaitu Program Magister Manajemen Terapan dengan tujuh orang dosen tetap. Disamping itu dosen tidak tetap dan dosen praktisi. Pasca sarjana Bangkinang tahun ajaran 2019/2020 merencanakan menerima mahasiswa sebanyak 120 orang dan baru terisi hingga saat ini sebanyak 85 orang.

“Berarti masih tersisa peluang sebanyak 35 orang lagi,” beber Yusril. Iamengungkapkan, terdapat tujuh keunggulan bila kuliah pada Pasca Sarjana Bangkinang yaitu, pertama perkuliahan tidak membuat tesis. Kedua, intership atau melaksanakan magang. Ketiga, memperoleh sertifikat kompetensi.

Keempat, riset bersama antara dosen dan mahasiswa. Kelima, internasional seminar. Keenam, uang kuliah dapat dicicil setiap bulan dan ketujuh tanpa uang pembangunan.

[grc]