oleh

Hubungan Pers dan Pemerintah Tidak Dapat Terpisahkan

PEKANBARU – Pers dan pemerintah memiliki hubungan yang erat dan saling berkaitan. Sebab, keberadaan pers sangat penting bagi keberlangsungan sebuah negara.

Bahkan, Presiden ke-3 Amerika Serikat Thomas Jefferson pernah mengatakan bahwa apa bila disuruh memilih adanya pers tanpa pemerintahan atau pemerintahan tanpa pers, maka saya akan memilih adanya pers tanpa pemerintahan.

banner 300x250

Demikian disampaikan oleh Pemred GoRiau.com, Hasan Basril dalam acara media and public workshop yang mengangkat tema How To Handle Press and Social Media Well di Hotel Premier Pekanbaru, Jumat (3/5/2019).

“Keberadaan pers sangat penting bagi negara, karena pers memiliki peranan untuk mencerdaskan publik dan melakukan kontrol kepada penguasa. Bila tidak ada kebebasan pers, maka tidak ada kebebasan individu lainnya. Maka bisa menjadi kehacuran bagi suatu negara, apa bila tidak ada kebebasan pers,” kata Pimred GoRiau.com yang juga menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi di Riau ini.

Dengan adanya kegiatan media and public workshop yang mengangkat tema How To Handle Press and Social Media Well ini, ia pun berharap hubungan antara pemerintah dan pers di Riau akan semakin membaik. Khususnya, antara public relation atau humas dengan para wartawan di media massa setempat.

“Semoga hubungan baik antara pemerintah dan pers tetap terbina. Di mana, pemerintah bekerja sesuai amanah dan tugasnya. Lalu, pers menjalankan tugas dan fungsinya untuk melakukan kontrol terhadap pemerintah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution pun turut hadir dalam acara workshop ini untuk mewakili Gubernur Riau Syamsuar. Di sini, Wagubri bertindak menjadi keynote speaker dan membuka secara resmi pelaksanaan acara tersebut.

Pada pemaparannya, Wagubri lebih menitikberatkan tentang pemanfaatan media sosial dalam lembaga pemerintah. Yang menurutnya, media sosial mempunyai efek berantai, sehingga proses transmisi yang terjadi tidak terhenti pada satu audience saja multipier effect.

Media sosial untuk pemerintahan, kata Wagubri Edy Natar, merupakan salah satu inovasi tata kelola pemerintahan yang memaksimalkan teknologi. Pemprov Riau sendiri telah memanfaatkan media sosial seperti Instagram, YouTube, Facebook dan Twitter untuk menyampaikan informasi tentang berbagai hal di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi Riau misalnya bisa diakses melalui akun streaming.riau.go.id yang memanfaatkan channel YouTube.

“Pemanfaatan media sosial ini juga telah berhasil mengangkat sektor pariwisata sebagai salah satu sektor primadona dalam membantu pembangunan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data kunjungan wisatawan mancanegara, Edy Natar merincikan, bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2018 ke Provinsi Riau melonjak naik 30 persen yakni sebanyak 146.935 wisman. Angka tersebut  melebihi dari capaian dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2016 tercatat  66.130 orang dan 2017 mencapai 91.484 wisman. Jumlah ini melebihi target dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Riau sebesar 79 ribu orang.

Sedangkan untuk jumlah pergerakan wisatawan nusantara di Provinsi Riau berhasil menembus angka 6.823.676 pengunjung. Saat ini sektor pariwisata berhasil menyumbangkan devisa serta penyerapan tenaga kerja yang amat signifikan bagi negara. Bahkan sektor ini menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional. Presiden Joko Widodo juga telah menempatkan pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. 

“Media sosial telah bertransformasi sebagai salah satu sumber informasi yang paling akrab dengan masyarakat. Sehingga, pemerintah pun memanfaatkannya untuk menyebarluaskan informasi,” tuturnya.