oleh

Dilaporkan ke Polisi Terkait Jual Beli Lahan, Begini Penjelasan Kades Sungai Ara Pelalawan

PANGKALAN KERINCI – Haryono, Kepala Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan membantah tuduhan yang diarahkan ke dirinya. Dipastikan dia bahwa apa yang dikatakan, bahkan sampai dilaporkan ke Polres itu tidak benar.

“Sebenarnya saya dengan pembeli tidak ada bermasalh seperti itu,” ucapnya, Sabtu (1/6/2019).

banner 300x250

Ia mengungkapkan, persoalan muncul ketika ia menjual tanah seluas 1 hektare kepada warga. Tanah yang dijual tersebut merupakan tanah almarhum ayahnya.

“Surat tanah sama saya ada. Dalam surat tanah itu dua hektar tanah saya, yang saya jual itu 1 hektare. Inilah yang dilaporkan orang ini, katanya tak cukup 1 hektare sementara tanah saya 2 hektar. Ini yang dilaporkan penipuan, penipuan dari mana,” jelasnya.

Dikatakan Haryono, tanah peninggalan orang tuanya tersebut suratnya lengkap bahkan ditandatangani camat dan pemerintah desa. Jual beli tanah terjadi saat dirinya sebelum menjadi Kepala Desa (Kades).

“Dimana letak penipuan saya dan kejadian itu sebelum saya jadi kades, ini bisa jadi ditunggangi oheh orang-orang yang tidak suka sama saya. Tak mungkin kalau tak ada pihak lain yang menunggangi ini,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum pembeli tanah membuat laporan ke Polres Pelalawan, telah menemui dirinya untuk mempertanyakan persoalan itu.

“Saya jawab waktu itu, kalau memang lahan itu kurang majukan ke belakang lagi dicukupkan 1 hektar. Kalau memang mau minta dibalikkan dana ok saya siap berapa kalau memang sudah bapak tanam berapa. Dia bilang minta ganti Rp 14.200.000, itu sebelum dia melapor, saya terima saya ganti saja Rp 15 juta,” terangnya.

Haryono menegaskan, tidak ada niat saya untuk menipu sama sekali. “Tidak benar saya menipu. Ini pasti ditunggang pihak lain, dengan bapak itu sudah tidak ada bermasalah,” pungkasnya, kepada goRiau.*