oleh

Perwakilan BEM se-Riau Diskusi Langsung dengan Gubri Bahas Penanggulangan Karhutla

PEKANBARU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Provinsi Riau, menuntut Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menanggulangi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang berdampak munculnya kabut asap di Provinsi, Jumat (20/9/2019) di depan Kantor Gubernur Riau.

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menerima perwakilan BEM se Riau di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau. Tidak hanya Syamsuar, dalam pertemuan tertutup itu juga hadir Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI M Fadjar.

banner 300x250

Dari pantauan GoRiau.com, pertemuan antara Forkopimda Provinsi Riau dengan perwakilan BEM se Riau ini merupakan implementasi dari tuntutan aksi demo sebelumnya. Dalam diskusi tersebut, Syamsuar memaparkan seluruh upaya penanganan yang sudah dilakukan satgas (satuan tugas) yang terdiri, dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api, serta perusahaan.

Bahkan, Irjen Pol Widodo Eko juga memaparkan bagaimana upaya hukum yang sudah dilakukan pihaknya yangbtelah menangani 51 kasus kebakaran lahan dengan 53 tersangka dan 1 korporasi yang membakar lahan.

Brigjen TNI M Fadjar juga mengutarakan, bagaimana prajurit TNI yang tergabung dalam satgas melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla. Kondisi satgas pun ada yang sudah berhari-hari belum pulang ke rumah bertemu dengan keluarga.

BEM se Riau juga berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Forkopimda yang telah mengabulkan tuntutan mereka untuk berdiskusi langsung. Minimnya data yang dipublikasi membuat kesalahpahaman antara satgas karhutla dengan mahasiswa.

“Saat ini segala upaya sudah dilakukan. Kita tidak diam melihat karhutla dan kabut asap terjadi di Provinsi Riau. Posko kesehatan sudah kita dirikan dan sekolah sudah diliburkan melihat kualitas udara tidak sehat,” jelas Syamsuar.