oleh

Kemenag Minta JCH Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Kumpulkan Paspor

PEKANBARU – Karena sampai saat ini belum ada pembatalan pelaksanaan haji baik dari pemerintah pusat, termasuk dari Kerajaan Arab Saudi di tengah wabah pengakit Corona (Covid-19), Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau tetap menjalankan proses penyelenggaraan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Riau tahun 1441 H/2020 M.

Kepala Kantor wilayah Kemenag Provinsi Riau, Mahuyudin melalui laman resmi Pemprov Riau, mengatakan langkah pertama yang dijalani pihaknya yakni menerima proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) bagi 5.010 JCH asal Riau, dari 12 kabupaten/kota. Sampai saat ini jumlah JCH yang telah melunasi biaya haji tahap pertama sebanyak 2.310 jamaah.

banner 300x250

“Kita tetap menjalankan proses penyelenggaraan haji untuk Riau. Dan belum ada pembatalan haji, karena untuk pembatalan itu dari pemerintah pusat. Kita mengikuti apa yang menjadi keputusan pusat. Dari pemerintah Arab Saudi juga belum ada informasi pembatalan, saat ini semua berjalan normal,” ujar Mahyudin.

Dijelaskan Mahyudin, bagi JCH yang sudah masuk dalam list keberangkatan haji pada tahun 2020 ini, diminta untuk segera menyiapkan persyaratan haji. Selain melunasi biaya haji juga mempersiapkan paspor yang belum selesai. Karena pihaknya segera akan menyerahkan paspor ke pemerintah untuk diproses.

“Bagi jamaah segera melunasi biaya haji, termasuk menyiapkan paspor. Sampai saat ini paspor yang ada di Kanwil baru sebanyak 3.856 buah, bagi yang belum mengumpulkan agar segera menyiapkannya, dan mengumpulkannya ke Kanwil,” kata Mahyudin.

Sementara itu dari informasi pemerintah pusat, persiapan layanan di Arab Saudi terkait pengadaan layanan akomodasi, transportasi darat dan katering terus berjalan. Namun, sesuai surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka belum dilakukan. Demikian pula untuk penerbangan.

Terkait dengan pelaksanaan manajk bagi JCH asal Riau, Mahyudin menjelaskan, biasanya manasik akan dilaksanakan setelah pelunasan BPIH. Namun dengan kondisi saat ini pihaknya juga menunggu arahan dari pemerintah pusat, untuk pelaksanaan manasik.

“Manasik belum ada jadwal, biasanya setelah pelunasan ini. Tapi kalau kondisinya seperti ini kita menunggu kebijakan pusat seperti apa pola manasik nantinya,” tutup Mahyudin.