oleh

Meski Terkesan ‘Pecah’, Ternyata Pimpinan DPRD Pekanbaru Akur-akur Saja

PEKANBARU – Kebersamaan Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru saat berada dalam satu agenda, mematahkan isu perpecahan yang terjadi didalam tubuh legislatif. Pimpinan dewan yang hadir tampak saling bercengkrama dengan tamu undangan yang hadir dalam agenda Pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) Polri yang berlangsung di Markas Kepolisian Resor Kota (Makopolresta) Pekanbaru, Jumat (15/5/2020). 

Dalam agenda yang dipimpin oleh Kapolres Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya itu, juga hadir orang nomor satu di Kota Pekanbaru yakni Walikota Pekanbaru Firdaus.

banner 300x250

Serta, Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru yakni Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani dan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ginda Burnama.

Sebelumnya, para pimpinan dewan disebut sebut tengah tak saling menyapa usai pelaksanaan Rapat Paripurna tentang Pengesahan RPJMD Kota Pekanbaru yang berlangsung beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani menepis keberadaan isu tersebut. Dia menyebut fungsi legislatif yang paling utama adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat atau konstituennya.

“Fungsi DPRD memperjuangkan aspirasi masyarakat dan saya kira apa yang diperjuangkan wakil rakyat di Pekanbaru sama dengan kita, tetapi dinamika politik yang ada di DPRD merupakan suatu proses dan itu biasa,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama juga menepis keberadaan isu perpecahan hingga tak saling sapa. Bahkan, dia sebut hal itu tak pernah terjadi.

“Itukan ocehan dari segelintir orang yang ingin merusak kepercayaan masyarakat terhadap kita (Dewan, red), keberadaan itu tidak benar, nah ini bukti nya,” jawab Ginda saat ditemui usai pelepasan rombongan pendistribusian.

Bahkan, dia menilai keresahan itu merupakan dramatisir oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Berbeda pendapat menurut nya itu hal biasa saja, lebih lagi perdebatan mengenai kepentingan rakyat.

“Jadi dramatisir saja kalau orang bilang DPRD pecah. Dan pun, dalam politik berbeda pendapat hal biasa,” sebutnya. (don)