oleh

Pengerjaannya Mudah dan Hasilnya Menjanjikan, Warga Pusako Lirik Budidaya Menanam Singkong

SIAK – Tidak lama lagi, pabrik pengolahan singkong atau ubi kayu di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau akan mulai beroperasi. Warga Siak melirik peluang baik ini untuk mulai budidaya menanam singkong.

Hal itu disampaikan Bupati Siak, Drs H Alfedri saat meninjau akses jalan menuju lahan seluas 500 hektar di Kampung Sungai Berbari, Kecamatan Pusako yang rencananya akan ditanami singkong oleh warga, Selasa (2/6/2020) sore bersama Wakil ketua Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Provinsi Riau, H Asril.

banner 300x250

“Di lahan ini warga akan menanam singkong. Hasil panen singkong warga ini nantinya langsung ditampung oleh pabrik baru di Perawang. Jadi warga tidak perlu khawatir lagi mencari pembeli hasil panennya. Karena pabrik di Tualang ini siap menampung dalam jumlah banyak,” kata Bupati Siak, Alfedri.

Menurut Alfedri, hasil dari usaha budidaya singkong sangat menjanjikan. Makanya investor asal Kecamatan Tualang ini tertarik mendirikan pabrik pengolahan singkong dan menggandeng masyarakat Siak untuk ikut budidaya singkong.

“Ini merupakan pabrik kedua di Kabupaten Siak. Kita melihat permintaan singkong di pasar masih sangat tinggi. Apalagi singkong olahan menjadi tepung tapioka, pasarnya dari dalam maupun dari luar negeri. Jadi dari sekarang masyarakat Siak jangan menunda waktu untuk menanam singkong,” ujar Alfedri didampingi Wakil ketua MSI Riau, H Asril.

Asril menambahkan jika proses penanaman singkong ini dilakukan dengan baik mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, cara tanam, penyemprotan rumput hingga pemupukan dilakukan dengan tepat guna, maka dalam waktu enam sampai delapan bulan telah memasuki musim panen.

“Pengerjaannya mudah, tidak ribet, dan hasil panennya sangat menjanjikan. Panen singkong dapat mencapai hingga 100 ton dalam satu hektare. Inilah yang akan menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat Kabupaten Siak,” kata Asril yang juga dikenal sebagai Panglima Besar Bumi Lancang Kuning Siak.

Dalam kesempatan yang sama juga, Camat Pusako Harland mengatakan lahan seluas 500 hektar itu merupakan lahan masyarakat dari Program TORA yang tidak boleh ditanami sawit atau akasia. Sesuai dengan peruntukannya, sangat tepat untuk ditanami dengan tanaman pangan, holtikultura dan palawija.

“Kami sangat mendukung keinginan warga untuk budidaya singkong ini. Warga juga berharap, Pemerintah membangun akses jalan yang layak menuju lokasi lahan kosong yang cukup luas ini. Karena kondisi sekarang, jika hujan akan becek dan banyak genangan air,” kata Camat Pusako menambahkan.

Selain itu, kata Camat, Bupati Siak Alfedri sangat mewanti-wanti jika lahan 500 hektar itu nantinya akan ditanami singkong, maka perlu dibuat lebih dulu water treatment manajemen.

“Ini penting sebagai upaya awal untuk memadamkan api jika terjadi kebakaran lahan akibat cuaca. Apalagi lahan ini mayoritas gambut,” imbuhnya.