oleh

Workshop How To Handle Press and Social Media Well, Maria Wongsonagoro: Humas Jangan Hanya Suka Nyebar Rilis

PEKANBARU – Tugas seorang Public Relation (PR) atau humas memang dituntut untuk bertanggung jawab dalam menjaga nama baik perusahaan maupun instansi di mana tempat mereka bekerja. Untuk memenuhi tugas itu, maka seorang PR harus menjalin kerja sama yang baik dengan media massa dan para jurnalisnya.

Demikian disampaikan oleh Public Relation Gurus President Director IPM Public Relations, Maria Wongsonagoro dalam media and public workshop yang mengangkat tema How To Handle Press and Social Media Well di Hotel Premier Pekanbaru, Jumat (3/5/2019).

banner 300x250

“Hubungan yang baik itu bisa dimulai dengan mempermudah pekerjaan para jurnalis saat mereka membutuhkan informasi yang berkaitan dengan perusahaan atau instansi di mana mereka bekerja,” kata Maria.

Menurutnya, para jurnalis juga akan lebih mudah memperkaya isi sajian dalam beritanya apa bila diberikan akses langsung kepada sumber informasinya, daripada diberikan pers release atau rilis.

“Jangan hanya suka menyebar pers rilis saja, tapi buka lah pintu informasi tersebut. Kalau pun nanti humas sudah memberikan akses kepada jurnalis, jangan dibiarkan begitu saja, tetapi dampingi mereka. Apa yang mereka cari, kita bantu,” ujarnya.

Mengingat keterbatasan waktu dan tugas jurnalis yang tidak ada habisnya, kata Maria, para humas juga harus memiliki inisiatif untuk menyiapkan dokumen maupun informasi tambahan yang mungkin saja dapat digunakan untuk memperkaya tulisan si jurnalis itu sendiri.

“Pengalaman saya dulu, ketika saya liputan ke area sebuah perusahaan, humas mereka sudah menyiapkan informasi lengkap, foto-foto maupun video untuk menunjang visual bagi media televisi. Itu karena mereka menyadari bahwa waktu jurnalis terbatas, banyak yang mau diliput dan sebagainya,” ceritanya.

Yang perlu diingat pula, Maria mengingatkan supaya humas tidak bertele-tele dan membuat jurnalis menunggu lama.

“Jangan membuat jurnalis sampai menunggu lama, mereka punya batasan waktu (deadline, red) untuk segera menerbitkan karya jurnalistiknya. Dan, apa bila ada pertanyaan yang tidak mengenakan hati, jangan terpancing dan jangan marah. Karena kalau sampai marah, itu akan menjadi topik bombastis yang akan diangkat oleh jurnalis, bad news is good news,” tuturnya.