oleh

Kemenag Dumai Minta Masyarakat Sabar terkait Pembatalan Haji

DUMAI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Dumai, Riau, Muhammad Syafwan meminta masyarakat yang mendapat porsi haji tahun 2020 ini bersabar menyikapi pembatalan ibadah haji sesuai keputusan Menteri Agama RI.

“Karena sudah diputuskan, kita akan menjalankan ketentuan ini, dan kepada calon jamaah haji agar bersabar,” kata Muhammad Syafwan di Dumai, Kamis.

Saat ini ada 171 calon jamaah haji di Kota Dumai yang sebelumnya dijadwalkan berangkat tahun 2020 ini akhirnya batal ke Tanah Suci menyusul terbit keputusan pemerintah tersebut.

Syafwan juga mengajak calon jamaah untuk terus berdoa agar wabah pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) bisa segera berakhir di Tanah Air dan di Tanah Suci sehingga masyarakat bisa kembali menunaikan ibadah haji.

“Semoga tahun depan bisa berangkat kembali dan wabah corona ini. Sama sama kita doakan segera berakhir,” sebutnya.

Diketahui, Menteri Agama Fachrul Razi membatalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2020 ini. Selain pembukaan akses yang tak kunjung dilakukan oleh Arab Saudi, pemerintah juga mempertimbangkan keselamatan jamaah.

“Di masa pandemi ini, keputusan pahit harus diambil oleh pemerintah, dan semua karena pertimbangan kesehatan dan keselamatan jemaah haji,” kata Menag Fachrul saat konferensi pers baru-baru ini.

Sebelumnya, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof Dr HM Nazir Karim mengemukakan keputusan tersebut di satu sisi memang cukup menyayat hati, terlebih lagi bagi para jemaah yang sudah meniatkan diri untuk menjalankan rukun Islam kelima itu.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan bahwa haji 2020 dibatalkan karena pandemi COVID-19 belum mereda.

Namun, di sisi lain mempertimbangkan sisi uzur-nya, kondisi seperti ini memang tidak bisa dielakkan. Keputusan membatalkan haji 2020 tidak hanya dilakukan oleh pemerintah Indonesia, tapi seluruh negara.

“Jadi kalau kami melihat keputusan yang diambil oleh pemerintah kita sudah tepat. Mungkin ada banyak masalah baru yang akan terjadi jika dipaksakan jemaah haji kita berangkat ke Tanah Suci,” katanya.

Dia menambahkan keputusan dibatalkannya keberangkatan jemaah haji tahun ini karena memang tidak ada pilihan lain. Pemerintah Saudi sampai sekarang juga tidak memberi kesempatan kepada orang luar masuk ke negara itu.

“Lagi pula, sejak awal Pemerintah Saudi juga tidak memberikan izin untuk melakukan kontrak dengan hotel-hotel. Oleh sebab itu, kalau dipaksakan nanti pasti akan sulit, karena butuh persiapan yang panjang dan matang,” ujar Nazir Karim.