oleh

Kabupaten Kota Sudah Tak Mampu, Pemprov Riau Harus Beri Insentif ke Tenaga Medis

PEKANBARU – Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk bisa memberikan perhatian lebih kepada tenaga medis yang sudah bekerja dengan resiko tinggi selama lebih dari 1 tahun belakangan.

Anggaran insentif tenaga medis sepanjang tahun 2020, kata Politisi PAN ini, dari hasil rapat dengar pendapat beberapa waktu yang lalu disampaikan bahwa kabupaten kota sudah tidak lagi memiliki kemampuan bagi pembayaran insentif tenaga medis.

banner 300x250

Kemudian, dari sisi anggaran pelaksanaan 3 T (testing, tracking dan treatment, juga harus diprioritaskan untuk hal pengendalian pandemi covid 19. Disamping juga upaya preventif atau edukasi kepada masyarakat.

“Upaya preventif ini dalam hal penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk hidup berdampingan dengan Covid-19. Ini merupakan upaya di hulu yang wajib dilakukan,” kata Ade, Rabu (7/7/2021).

Lebih jauh, pemerintah juga harus mengawasi pasien yang memilih isolasi mandiri, begitu juga dengan sarana dan prasarana di Rumah Sakit (RS) yang harus betul-betul dipastikan kesiapannya. Terkait ‘social safety net’, pemerintah harus mempersiapkan stimulan kepada masyarakat sebesar Rp 191 Milyar.

“Upaya mitigasi yang harus ‘on the track’ ketika pendemi tak terkendali, kesiapan fasilitas kesehatan dan seluruh perangkatnya harus dilakukan tanpa kegagapan lagi,” tegasnya.