Inforiau.ID, PELALAWAN – Kepedulian masyarakat Solok di perantauan terhadap korban bencana banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus mengalir. Ikatan Keluarga Solok Saiyo Sakato (IKS3) Kabupaten Pelalawan berhasil menghimpun bantuan sekitar Rp50 juta untuk membantu warga terdampak bencana di kawasan Arosuka.
Bantuan yang dikumpulkan melalui solidaritas masyarakat Solok di Kabupaten Pelalawan tersebut diberangkatkan menuju kampung halaman pada Jumat (9/10/2026) malam.
Pelepasan perwakilan yang membawa bantuan dilakukan langsung oleh Ketua IKS3 Kabupaten Pelalawan, Efrizon, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Solok di perantauan dengan dunsanak atau saudara mereka yang tengah menghadapi musibah di kampung halaman.
Efrizon mengatakan, penggalangan dana tersebut berawal dari rasa prihatin masyarakat Solok di Kabupaten Pelalawan setelah mengetahui bencana galodo melanda kawasan Arosuka.
Sebagai putra daerah Solok, dirinya mengaku turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa masyarakat di kampung halaman.
“Ini merupakan bentuk simpati dan kepedulian kita terhadap keluarga di kampung halaman yang ditimpa bencana alam. Semoga dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban yang ditanggung dunsanak kita pascabencana banjir bandang,” ujar Efrizon, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, dana sekitar Rp50 juta tersebut merupakan hasil kebersamaan dan kepedulian masyarakat Solok yang menetap di Kabupaten Pelalawan.
Ia menegaskan, jarak antara kampung halaman dan tanah perantauan tidak boleh menjadi penghalang untuk saling membantu, terutama ketika saudara-saudara di daerah asal sedang menghadapi musibah.
“Pada malam hari ini, kita melepas perwakilan untuk mengantarkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah bencana alam di Kabupaten Solok. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak,” katanya.
Galodo Arosuka Rendam Rumah hingga Kantor Pemerintahan
Diketahui, bencana banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.
Bencana tersebut menyebabkan puluhan rumah warga serta sejumlah fasilitas pemerintahan terendam lumpur.
Kompleks Kantor Bupati Solok dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka termasuk fasilitas yang dilaporkan terdampak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 70 hingga 100 rumah warga dan 11 kantor pemerintahan terdampak bencana tersebut. Peristiwa itu juga dilaporkan mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Kerusakan akibat banjir bandang membuat masyarakat terdampak harus menghadapi berbagai kesulitan, terutama dalam membersihkan rumah, memulihkan lingkungan, dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat Solok di Kabupaten Pelalawan bergerak bersama mengumpulkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban.
Efrizon Ajak Perantau Terus Peduli Kampung Halaman
Efrizon berharap bantuan yang disalurkan melalui perwakilan IKS3 Kabupaten Pelalawan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Solok di perantauan untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kampung halaman.
Menurutnya, hubungan persaudaraan tidak hanya diwujudkan melalui pertemuan dan kegiatan organisasi, tetapi juga melalui tindakan nyata ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Jangan sampai karena kita berada di rantau, kepedulian terhadap kampung halaman menjadi berkurang. Ketika dunsanak kita mengalami musibah, sudah sepatutnya kita ikut membantu sesuai kemampuan,” tutup Efrizon.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, IKS3 Kabupaten Pelalawan berharap masyarakat terdampak galodo di Arosuka dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari.
Solidaritas para perantau ini sekaligus memperlihatkan bahwa ikatan persaudaraan dengan kampung halaman tetap terjaga meski terpisah jarak.










