oleh

Mahasiswa Airbuluh Angkat Bicara Terkait Konflik KUD Prima Sehati, Alfisahrin: Kita Harus Objektif

TELUKKUANTAN – Mahasiswa Airbuluh yang ada di Pekanbaru turut prihatin dengan konflik KUD Prima Sehati Plasma 7 di desanya. Konflik tersebut sudah lama terjadi dan akhir-akhir ini kembali memanas, bahkan aksi saling lapor pun terjadi.

Menurut Alfisahrin, sebagai generasi muda dan kaum terpelajar, mahasiswa Airbuluh harus bijak dalam melihat konflik yang terjadi.

banner 300x250

“Kita harus objektif. Jangan sampai kita memperkeruh suasana dan menimbulkan kebingunan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Alfisahrin, Ahad (12/4/2020) di Telukkuantan.

Alfisahrin mengimbau para mahasiswa Airbuluh, baik yang berada di Pekanbaru maupun di Telukkuantan untuk memberi pencerahan kepada masyarakat. Sehingga, semua persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

“Sekarang persoalan antara KUD dan AN sudah ditangani oleh polisi. Mari kita hormati proses hukum yang berjalan sampai ada kepastian hukum tetap,” ujar mahasiswa Unri ini.

Ia pun mendesak agar semua stakeholder mendorong kasus tersebut untuk segera diselesaikan. Sehingga, konflik tidak berlarut-larut dan tidak sampai jatuh korban.

“Kita pun sebagai mahasiswa, tak perlu terlalu lebay dalam menyuarakan kepentingan masyarakat. Saya pikir, pemerintahan desa tidak anti kritik. Perlu diketahui bahwa Pemdes Airbuluh melalui kepala desa sudah beberapa kali melakukan upaya penyelesaian,” papar Alfisahrin.

“Tapi, setiap kali diundang, pihak KUD tidak pernah datang dan tidak ada kejelasan. Saya pun mendengar, pihak KUD melakukan rapat secara diam-diam,” tambah Alfisahrin.

Untuk menyelesaikan konflik ini, lanjut Alfisahrin, semua pihak harus duduk bersama dengan kepala dingin. Jika persoalan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, itu lebih bagus.