Kirim Pesawat Khusus, Uni Emirat Arab Angkut Makanan Impor dari Indonesia

banner 468x60

JAKARTA – Pemerintah UEA mengirimkan satu unit penerbangan khusus Etihad Airways berkapasitas kargo 40 ton ke Jakarta pada 28 April 2020. Pesawat tersebut digunakan untuk mengimpor bahan makanan dari Indonesia, setelah sebelumnya digunakan mengirim bantuan peralatan medis UEA untuk penanganan COVID-19 di Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kasan mengatakan, Kementerian Perdagangan merespons potensi ekspor produk Indonesia ke UEA ini dengan baik.

banner 400x400

“Kemendag akan terus mendorong eksportir tanah air supaya jeli menangkap peluang pasar dan memanfaatkan kerjasama dengan Atase Perdagangan atau Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di negara akreditasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga: Stok Daging Sapi dan Gula Terhambat karena Lockdown di Beberapa Negara

Di samping itu, Kementerian Perdagangan juga akan secara berkelanjutan mengupayakan peningkatan daya saing produk Indonesia, di antaranya dengan melakukan pendekatan secara “government to government” kepada pemerintah UEA. Pendekatan ini bertujuan untuk penjajagan membentuk perjanjian perdagangan yang diharapkan dapat mengurangi beban bea masuk bagi produk ekspor Indonesia. Sementara itu , Kepala ITPC Dubai Heny Rusmiyati, menjelaskan, para importir menyampaikan bahwa sejak adanya pandemi COVID-19, telah terjadi penurunan penjualan produk terutama untuk produk-produk yang bukan kategori kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut salah satunya disebabkan adanya kebijakan Pemerintah UEA terkait pembatasan pergerakan manusia yang telah diberlakukan sejak 5 April 2020. “Otoritas Pemerintah UEA mewajibkan warganya untuk mengajukan permohonan izin secara daring jika hendak melakukan kegiatan di luar rumah,” jelasnya.

Baca juga: Disentil Jokowi tentang Harga Beras, Apa Kata Kementan dan Kemendag?

Namun, lanjut Heny, keterbatasan tersebut tidak menutup pangsa pasar buah dan sayur, serta makanan olahan seperti selada romain, ubi jalar, green lime, mangga, manggis, rambutan, kelengkeng, markisa, sirsak, dan biskuit untuk masuk ke UEA. Menurutnya importir tetap berminat membeli berbagai produk potensial dari Indonesia untuk dipasarkan di UEA. Produk-produk yang dibutuhkan konsumen UEA adalah produk makanan dan minuman olahan sereal, kopi instan, jus, perikanan segar dan beku, produk organik; serta produk kesehatan seperti masker, sarung tangan karet, hand sanitizer dan sabun cuci deterjen.

Heny menjelaskan, besarnya peluang pasar di UEA juga disampaikan beberapa importir besar di negara ini, khususnya untuk produk pangan dan perlengkapan medis. Besarnya peluang tersebut diperoleh berdasarkan pertemuan virtual ITPC Dubai bersama KJRI Dubai dengan beberapa importir besar yaitu Lulu Group International, Farzana Trading LLC, Hashemizadeh Trading Co LLC, Sweet Garden General Trading Co LLC, Al Maya Group, Barakat Group, dan IFFCO Group pada pertengahan April lalu. Dari pertemuan ini juga terungkap beberapa hambatan yang dihadapi importir, selain potensi dan peluang produk Indonesia yang dapat ditingkatkan di UEA di tengah situasi pandemi COVID-19 ini.“Kami berharap hasil pertemuan dengan ITPC Dubai tersebut dapat menemukan solusi untuk menghilangkan hambatan ekspor yang ada. Sehingga Indonesia masih tetap dapat melakukan ekspor dan bahkan meningkatkan ekspornya ke UEA,” ujar Plt Dirjen PEN Kasan.

(kmj)

banner 970x250